13 ASN Kutim Yang Dipecat, Awang Ari Jusnanta: Kami Minta Keadilan

0
116
Awang Ari Jusnanta ( Foto Adi Sagaria)


Liputankutim.com, SANGATTA – Sebanyak 13 Aparatur Sipil Negara ( ASN) Pemkab Kutai Timur dipecat secara tidak hormat meminta keadilan ditegakkan agar ASN lain yang juga korupsi dipecat sesuai peratutan dan perundang-undangan.

Hal itu dikatakan Awang Ari Jusnanta mantan Sekretaris Korpri Kutai Timur salah satu ASN terpidana kasus Raskin SOA yang dipecat dengan tidak hormat berdasarkan surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) per Januari 2019.

“Saya dengan ASN lainnya tidak persoalkan dipecat, tapi kami minta keadilan, yakni pejabat lain yang terlibat korupsi harusnya dipecat”kata Awang Ari Jusnanta mantan Sekretaris Camat Bengalon.

Nanta panggilannya menyebutkan, dirinya bersama 4 ASN yang bertugas di kantor Kecamatan Bengalon dipecat karena kasus SOA Beras miskin. Tapi sebetulnya dalam kasus ini kerugian hanya Rp135 juta tetapi sudah dikembalikan semuanya ke kas negara. Sebelum kasus ini disidangkan, namun tetap dihukum 1 tahun penjara, mereka sudah menjalani.

Karena itu, kata Jusnanta kami meminta keadilan agar mereka yang korupsi agar dipecat juga, jangan mereka enak-enak melenggang bebas, yakni masing-masing berinisial  Erw dan Ls dengan pangkat eselon III dan Prd serta lainnya.

“Itu kami pertanyakan kenapa tidak disentuh padahal korupsi”kata Nanta sambil menunjukkan SK pemecatan dengan tidak hormat.

Sebelumnya Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Timur (Kutim) H.Irawansyah kepada media, bahwa 13 ASN yang dipecat itu merupakan mantan narapidana korupsi berdasarkan surat edaran dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta.

“ASN yang dipecat itu sebelum akhir 2018 dan sudah ditandatangani bupati Kutai Timur Ismunandar sebelum Janauri 2019 dan Pemkab Kutai Timur hanya melaksanakan perintah Badan Kepegawaian Daerah”kata Sekda Irawansyah di kantor bupati.

Didepan para awak media, Sekda Irawansyah memberikan sinyal selain 13 ASN yang mantan korupsi telah dipecat tapi tidak tertutup kemungkinan masih bertambah.

“Saya tidak ingat, siapa saja yang 13 orang itu, karena datanya kan dari BKN”katanya (liku1)