Bupati Dukung Usulan Adat Wehea 130 Ribu Hektare Hutan Geo Park Menjadi Hutan Lindung

0
48
Bupati Kutai Timur Ir.H. Ismunandar,MT menyalami tokoh adat Dayak Wehea Kecamatan Muara Wahau yang datang menemuinya terkait Hutan Adat. (FOTO:Adi Sagaria)

SANGATTA, (LIPUTAN KUTIM) РBupati Kutai Timur Ismunandar mengatakan dukungannya terhadap masyarakat adat Dayak Wehea yang memperjuangkan  130 ribu hektare hutan adat dan geofark di Kutai Timur, Kalimantan Timur untuk menjadi hutan lindung.

Menurut Bupati perjuangan dan usulan adat dayak wehea ini patut kita dukung untuk menjadikan hutan adat geofark sebagai hutang lindung yang bertujuan untuk menjaga dna melestarikan hutan sebagai paru-paru dunia

“Mereka sudah mengusulkan ke Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk dijadikan sebagai hutan lindung. Ini bagus”kata Ismunandar, sabtu, 08//02/2020

Sebelumnya tokoh adat dayak Wehea melalui juru bicaranya Siang Geah mengatakan, lembaga adat sudah diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tinggal menunggu hasilnya

“Kami berjuang untuk melestariakn hutan dan menjaga bumi “kata Siang Geah diruang kerjanya di Gedung DPRD Kuti, Bukit Pelang,Jumat 07/02/2020.Menurut Siang Geah, 130 ribu hektare lahan adat dan geofark yang diusulkan ke Menteri LHK, masing-masing, hutan adat dan geofark seluas 130 ribu hektare berada di Desa Long Wehea Kecamatan Muara Wahau.

Kemudian hutan desa Benhes, hutan desa Diaq Lay seluas 8700 hektare dan hutan desa Muara wahau seluas 1.200 hektare.Selain itu Selain Hutaan Long Way, tambah Siang Geah, juga ada Hutan Bean Nehas di Kecamatan Wahau yang luasnya 8700 hektare, Diaq lay, Muara Wahau seluas 1200 hektare.

Hutan DesaTepian Langsat Bengalon seluas 6000 hektare, Hutan desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng seluas 2500 hektare,dan Geofak Tepian Langsat Bengalon seluas 8000 hektare serta beberapa lokasi lainnya.(ADV/liku/1)