137 Jiwa Warga Korban Kebakaran Malupan Mengungsi Butuh Selimut dan Tenda. 7 Lansia, 3 Hamil, 16 Balita, 2 Bayi 26 Pelajar.

0
152
Puing-puing bangunan rumah warga rata dengan tanah setelah kebakaran pada senin,23/09/2019. (Foto Toyib/Malupan )

Liputankutim.com, Sangatta – Puluhan warga Desa Malupan yang menjadi korban kebakaran Senin, 23/09/2019 saat ini mengungsi membutuhkan bantuan tenda, selimut dan bantal.


Menurut Kepala Desa Malupan Fatul, seluruh korban kebakaran yang jumlahnya 137 jiwa mengungsi di tiga titik, masjid, BPU dan dermaga.


” Saat ini mereka sangat mebutuhkan batuan tenda, bantal dan selimut. banyak anak-anak dan balita hingga lansia”kata Fatul kepada Liputankutim.com, Selasa malam.


Dikatakan Kades, para pengungsi butuh bantuan tenda bantal dan selimut, kalau sembako dan air minum sudah tak masalah, karena bantuan banyak”katanya menambahkan.

Nampak dua warga Malupan melintas ditengah-tengah sisa kebakaran yang terjadi senin,23/09/2019i FOTO:Toyib/Malupan).


Berdasarkan data dari Petugas Tagana dan disampaikan Ketua RT 03 yang dikirim ke Redaksi liputankutim.com, Selasa, 24/09/2019 pukul 21.50 Wita menyebutkan, dari 27 rumah yang terbakar itu terdapat 50 Kepala Keluarga (KK) dan 137 jiwa.


Petugas Tagana Rama dan Hadran alias Opon Ketua RT 03 Malupan merincikan, korban kebakaran yang jumlahnya 137 jiwa terdiri dari atau 65 laki-laki dan 72 perempuan.


Kemudian ada korban lansia berjumlah 9 orang terdiri dari 5 lansia laki-laki dan 4 lansia perempuan, dan 3 orang ibu hamil.

Juga ada balita 16 orang dan 2 orang bayi
Dari jumlah tersebut juga terdapat beberapa pelajar, antara lain 4 pelajar SMA, 6 pelajar SMP dan 15 SD serta 1 masih TK (liku/*)