50 Pasangan Calon Pengantin Se-Kota Sangatta Utara Kutai Timur Mengikuti Bimwin Pra Nikah

0
162
Calon pengantin mengikuti bimbingan di Balai Nikah KUA Sangatta Utara, Senin-Selasa, 08-09 Juli 2019 (Foto: Adi sagaria

Liputankutim.com, Sangatta – Sebanyak 50 calon pengantin dari tiga desa dan keluraha Se-Kecamatan Utara Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur, mengikuti Bimbingan Perkawinan Pra nikah yang berlangsung di Balai Nikah, Kantor Urusan Agama ( KUA) Kecamatan Sangatta Utara, Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta, selama dua hari, yakni 08 – 08 Juli 2019.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangatta Utara .HM.Yunus mengatakan, kegiatan Bimbingan Perkawinan tahun ini, dilaksanakan bersama KUA Kecamatan Sangatta Utara dengan KUA Kecamatan Sangatta Selatan dengan tema “ Dengan Bimwin, Wujudkan Keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah”

HM Yunus Kepala Kantor urusan Agama Kecamatan Sangatta Utara.

“ Kami adakan kegiatan bimbingan perkawinan ini karena memang salah satu program yang harus kita jalankan dalam rangka memberikan bekal kepada adik-adik kami remaja, yang ingin membangun rumah tangga. Karena mereka itu kan masih awam membangun rumah tangga, karena mungkin bayangan mereka hanya sekedar berkumpul laki – laki dan perempuan, padahal menurut agama Islam tidak sampai disitu”kata Kepala KUA Sangatta Utara, HM Yunus, Selasa, 09/07/2019

Ia mengatakan, bimbingan perkawinan atau yang sering disebut kurus calon pengantin ( Suscatin) adalah bagaimana nanti setelah selesai akad nikah, masing-masing mereka mempunyai bekal, saya sebagai suami tanggung jawab apa, dimata Allah dalam rangka mengikuti tuntunan Sunnah Rasulullah  saya sebagai istri tanggung saya apa.

Dijelaskan, bahwa pesertanya yang mengikuti bimbingan dan telah terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangatta Utara, itu yang kami undang. Dan sebelumnya kami mengirim surat ke kantor masing-masing kepada atasan atau pimpinannya.

“Karena mereka yang hadir calon pengantin itu berasal dari Pegawai negeri Sipil (PNS) ada dari Polisi dan TNI dan ada dari perusahaan. Kami kirim surat agar diberikan izin oleh pimpinan sesuai dengan surat Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4)”kata HM Yunus menambahkan.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan katab HM Yunus, merupakan program Kementerian Agama RI yang dibiayai dari  PNBP NR.  Dasar Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan  berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 373/2017, tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan Bagi calon Pengantin.

Tujuannya Bimbingan Perkawinan pra nikah bagi calon pengantin adalah merupakan ikhtiar pemerintah melihat tingginya tingkat perceraian yang terjadi. Selain itu diharapkan Calon Pengantin (Catin) bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh,  karena banyak pasangan Catin yang belum tahu cara mengelola keluarga.

Ditambahkan, bahwa untuk narasumber dalam kegiatan ini masing-masing berasal dari Kepala KUA Sangatta Utara, dari Kemenag dan dari Dinas Kesehatan melalui petugas Puskesmas Sangatta Utara.

Bidan Sahidah, Petugas Puskesmas Sangatta Utara

Sedangkan narasumber dari Dinas Kesehatan yang diwakili Bidan Sahidah dari Puskesmas Sangatta mengatakan, dirinya menyampaikan materi tentang kesehatan reproduksi dan seksual bagi calon pengantin.

 “Ini bertujuan agar supaya mereka calon pengantin ini mengetahui seluk beluk tentang kesehatan dan reproduksi itu sendiri untuk menuju kehidupan yang lebih sejahtera kedepannya”kata Sahidah.

Apalagi kata dia, tujuannya adalah untuk mendapatkan keturunan, sehingga harus mengetahui tentang kesehatan dan repsorukdinya masng-masing untuk menuju kehidupan yang lebih baik nanti.

Peserta bimbingan Calon pasangan pengantin yakni Elbi dan Bela disela-sela waktu istrahat, mengatakan mengikuti bimbingan  ini, agar kedepannya nanti didalam membina rumah tangga, banyaki tantangan.

“Dalam berumah tangga bagaimana kita bisa mengatasi permasalahan dan bagaimana mengatasi tantangannya itu. Kami harus bisa bagaimana cara mengatasinya setiap persoalan didalam rumah tangga”kata Elbi dan Bela yang rencananya akan melaksanakan akad nikah akhir Juli 2019 di Sangatta

Pendapat sama juga dikatakan calon pengantin baru, Sigit dan Fauzi, bahwa yang ditangkap dalam bimbingn yang disampaikan narasumber adalah, bagaimana cara membentuk satu keluarga yang sakinah mawaddah warahamah dan mengurangi angka perceraian.

“Mengikuti bimbingan seperti ini cukup bagus, makanya setiap calon pengantin wajib untuk mengikutinya”kata Fauzi (liku1/*)