Jembatan Masabang Mulai Beroperasi, Pekerja Penyeberangan: Pak Bupati Tolong Berikan Kami Pekerjaan Apa Saja, Yang Penting Halal

0
7661
Saparuddin Pemilik Usaha Ponton Penyebrangan sungai Sangatta. Terkena dampak dari mulainya beroperasi jembatan yang menghubungkan Sangatta Utara dan sangatta Selatan. (FOTO:Adi Sagaria)

 

Sangatta, Liputankutim.com – Paska peresmian Jembatan Masabang yang menghubungkan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, oleh Wabup Kasmidi Bulang, Senin, 12/04/2021, berdampak pada hilangnya pekerjaan puluhan orang yang selama mengantungkan nasibnya, baik itu pemilik usaha maupun para operator yang jumlahnya ouluhan orang.

Usai acara seremoni peresmian jembatan,Media Online Liputankutim.com berkesempatan berbincang dengan pemilik usaha perahu penyebrangan Saparuddin dan dua orang operatornya masing-masing Adi dan Liga .

Safar nama panggilan Saparudin menjelaskan kehilangan usahanya yang sudah digelitinya mencari rejeki sejak tahun 2001. Usaha ponton penyebrangan ini mulai dirintis oleh ayah tahun 2001 dan dilanjutkan oleh saya sampai hari ini.

“Saya yang melanjutkan usaha ini karena ayah saya sedang sakit-sakitan dan saat ini berada di sebuah rumah sakit di Samarinda menjalani pengobatan. “kata Safar menggunakan baju kaos warna putih dan sesekali menghisap rokok.

Dalam menjalankan usaha penyeberangan , lanjut Sapar, sebelum pandemi covid-19 bisa memperoleh penghasilan kotor sekitar Rp800 .000 sehari dimulai pagi sampai malam. Penghasilan sebesar Rp800.000 sehari ini harus dibagi lagi kepada operatornya yang berjumlah 5 orang.

Nah dengan telah diresmikannya jembatan ini, kami tidak keberatan dan juga tidak permasalahkan, karena untuk kepentingan umum orang banyak. Hanya saja kami tentunya berharap agar pemerintah dalam hal ini pak Bupati bisa memberikan kami semacam kompensasi.

“Yang pasti bahwa dengan berhentinya usaha penyebrangan ini maka pengangguran bertambah lagi. Kalau selama bertahun-tahun bekerja kini tidak ada pekerjaan. Jadi saya berharap ada kompensasi dari Pemkab”ujar Sapar yang memiliki dua unit perahu ponton penyebrangan

Para Operator Ponton Penyebrangan di Sungai ini kehilangan pekerjaan akibat dampak beroperasinya jembatan yang diresmikan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Senin, 12/04/2021 (FOTO:Adi Sagaria)

Sementara mantan operator ponton yang mengaku bernama Adi juga mengatakan ikut merasakan dampak dari berhentinya ponton penyebrangan karena jembatan yang baru diresmikan Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Menurut pengakuannya, setiap hari menjadi operator ponton sehari mulai pagi sampai malam bisa memperoleh penghasilan di kisaran Rp150.000 sampai Rp200.000. Cuku lumayan untuk biaya hidup sehari-hari

Tapi sekarang mulai hari ini, kami menjadi pengangguran dan akan mencari lagi pekerjaan. Tetapi kami sangat berharap ada bantuan dari pak bupati dan wakil bupati. Bantuan itu ya pekerjaan apa saja untuk kami operator.

“Harapannya kami Pak Bupati dan Wakil Bupati tolong bantuan pekerjaan, kerjaan apa saja yang penting halal untuk kami dan keluarga”jelas Adi dibenarkan rekannya Liga

Keduanya menambahkan, jika bukan saja operator yang berusia muda kehilangan pekerjaan dari beroperasinya jembatan, namun banyak juga yang usianya sudah tua-tua yang mencari nafkah di ponton untuk menghidupi keluarganya

“Usaha ponton ini sebetulnya tidak ditutup pemerintah, tapi pertanyaannya siapa lagi yang mau nyebrang pakai ponton kalau jembatan sudah bisa dilalui pakai motor dan mobil. Otomatis tidak ada “ujar keduanya (liku1/*)