9 Branding Caleg di Cabut Panwaslu Kutim, Sopir Kami Dibayar 500 Ribu

0
94


LiputanKutim.com, SANGATTA – Pengawas Pemilu melakukan razia penertiban terhadap angkutan umum yang mempunya branding di mobilnya atau stiker bergambar dan nomor urut calon anggota DPRD Kutim, di Sangatta, 15/01/2019.
Menurut Kedua Panwaslu Kutim Andi M, razia branding kami lakukan, karena berdasarkan peraturan PKPU Nomor 23 Nomor 51 dan Nomor 80 bahwa, yang bisa melakukan branding adalah mobil pribadi dan mobil partai.
“Hari ini Panwsalu Kutim bersama TNI dan Polri serta Dinas perhubungan melakukan razia di dua lokasi yakni Sangatta lama dan Swargabara dan hasilnya 9 unit kendaraan masih ada branding caleg dari Partai Politik besar”kata Andi kepada www.liputankutim.com.
Ia mengatakan, dari hasil dari razia adalah kami mendapatkan 9 unit kendaraan angkutan umum yang terdapat branding caleg dan itu langsung kita cabut stikernya. Para sopir angkutan umum dan pemilik kendaraanpun tidak ada yang protes.
“Mereka tidak protes karena memang sebelumnya sudah ada pemberitahuan jika akan ada razia branding. Mereka para sopir dan pemilik kendaraan sudah mengerti sehingga tidak ada protes saat stiker dicabut dimobilnya”kata Andi menjelaskan.
Sementara salah seorang sopir angkutan umum Sirajuddin mengatakan baru sekitar satu bulan ini mobilnya dipasangi branding calon anggota DPRD Kutim dari partai besar juga.
“Kami dibayar lima ratus ribu rupiah oleh caleg agar dipasang di taksi. Bayaran itu berlaku sampai hari pencoblosan”kata Sirajuddin bersama seorang rekannya yang tidak menyebut namanya(*)