Alat “ngadat”, pembuatan E-KTP terhambat

0
136

SANGATTA – Proses pembuatan e-KTP di Kutai Timur (Kutim) mengalami hambatan. Hal ini di karenakan alat rekam dan cetak identitas penduduk itu banyak yang mengalami kerusakan. Termasuk alat perekaman yang berada di kecamatan – kecamatan. Warga Kutim pun terpaksa harus menunggu dengan waktu yang belum pasti sampai alat tersebut semuanya bisa kembali beroperasi.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim pun menjelaskan ke beberapa masyarakat terkait hal tersebut. Namun Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Kependudukan,Khairullah,mengatakan meskipun alat tersebut mengalami kerusakan,namun Disdukcapil tetap akan mencari solusi agar proses pelayanan dokumen penduduk bisa tetap berjalan. Apalagi di tingkat kecamatan, hanya 4 kecamatan saja yang alatnya masih beroperasi normal.

” Memang alat kami mengalami kerusakan dan ini menghambat bagi pelayanan kepada masyarakat,tapi kami tetap akan mencari solusi agar tetap bisa melayani masyarakat dengan baik,” ucap Khairullah.

Khairullah juga mengatakan, saat ini jumlah penduduk Kutim mencapai 424.170 jiwa. Sedangkan untuk warga yang belum melakukan perekaman sebanyak 31.563 jiwa. “ Pasti jika dibandingkan dengan alat yang tersedia saat ini akan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikan itu semua,” ujarnya, Senin (25/1) siang.

Sementara di kantor Disdukcapil saat ini tersisa 1 alat yang beroperasi dari 6 yang dimiliki. Padahal selain e-KTP, alat itu juga kerap dipakai membuat Kartu Identitas Anak di atas 5 tahun. “Ada 5 alat lainnya rusak. Tentu tidak bisa maksimal melayani perekaman dan mencetak e-KTP,” ujar Khairul, sapaan akrabnya.

Parahnya lagi, alat di tiap kecamatan juga banyak yang rusak. Diketahui tiap kecamatan di Kutim memiliki satu alat perekaman e-KTP. Tapi kini hanya 4 kecamatan yang tidak terkendala kerusakan tersebut. “Kecamatan Busang, Muara Bengkal, Muara Wahau dan Kaliorang masih bagus. Yang lainnya juga rusak,” imbuhnya.

Sehingga, warga yang ada di 14 kecamatan lain langsung mengurus administrasi kependudukan di Kantor Disdukcapil. Hal ini semakin menambah beban kerja alat tersebut. Kerusakan yang terjadi pun baru dirasakan di awal tahun ini. “Jadi tahun lalu masih 3 yang beroperasi. Kini hanya tinggal 1 saja lagi,” bebernya.

Gelontoran anggaran untuk pembelian atau perbaikan mesin pun diharapkan dikucurkan. Agar mesin cetak e-KTP bisa berfungsi kembali. Begitu juga dengan proses pelayanan Kartu Indentitas Anak bisa kembali dilanjutkan. Terutama untuk mesin yang ada di kecamatan. “Jika sudah berjalan normal kembali, masyarakat tak perlu jauh-jauh datang ke kantor. Cukup di kecamatan saja,” sebutnya.(ivan/liku1/*)