Anggota DPRD Kutai Timur Sosialisasikan Perda KEK MBTK Maloy

0
67
Anggota DPRD Kutai Timur mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kutai Timur Nomor 1 Tahun 20019 Tentang kelembagaan Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan ( KEK-MBTK), di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Benua Baru Kecamatan Sangkulirang, Senin, 11/11/2019 (FOTO: Masdin/Setwan)

Liputankutim.com, Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kutai Timur Nomor 1 Tahun 20019 Tentang kelembagaan Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan ( KEK-MBTK), di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Benua Baru Kecamatan Sangkulirang, Senin, 11/11/2019.

Sosialisasi Perda Nomor 1 tahun 2019 oleh anggota DPRD Agusriansyah Ridwan bersama anggota DPRD Afansyah dan Faisal ini, dihadiri Plt Camat Kecamatan Sangkulirang Cipto Bontoro, Kepala Desa Se-Kecamatan Sangkulirang, Kepala dan pengurus BPD, tokoh masyarakat , tokoh agama dan pemuda serta ratusan warga masyarakat.

Dalam penjelasannya, Agusriansyah Ridwan anggota DPRD dari partai PKS ini mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) telah ditetapkan sebagai proyek strategis Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

“Dengan adanya Perda nomor 1 tahun 2019 ini, maka Maloy KEK MBKT telah memiliki kekuatan hukum. Guna meningkatkan pelayanan pengelolaan seluruh kegiatan administrasi di KEK-MBTK”kata Agusrisnayah.

KEK MBKT Maloy jelas Agusriansyah tentunya akan berdampak positif terhadap Pembangunan dan Kemajuan Sangkulirang dan sekitarnya, dengan ditetapaknnya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Bupati Kutai Timur Ismunandar menjelaskan Perda nomor 1 tahun 2019 tentang pembentukan Kelembagaan Administrator KEK MBTK dengan tujuan Pembentukan Kelembagaan Administrator KEK-MBTK guna meningkatkan pelayanan pengelolaan seluruh kegiatan administrasi di KEK-MBTK

” Pemkab Kutim tentu harapan akan terjadi penyerapan tenaga kerja lokal dan arus investasi lokal, nasional maupun internasional ke Kutim”katanya (liku/1)