Anggota DPRD Kutim, Herlang Ungkap Penyebab Defisit. Ini Solusinya?

0
80

Liputankutim.com, SANGATTA – Ketua Fraksi Nurani Amanat Persatuan ( NAP) DPRD Kutai Timur H.Herlang menyebutkan defisit anggaran Pemkab Kutai Timur dalam tiga tahun berturut-turut 2016 hingga 2018, tidak seharusnya terjadi .

Menurut H.Herlang kenapa defisit terus terjadi di Kutai Timur hingga tahun 2018 lalu, itu akibat karena Pemkab Kutai Timur masih mengandalkan dana bagi hasil, seperti Dana Alokasi Khusus ( DAK) dan Dana Alokasi Umum ( DAU).

“Ini terjadi karena Kutim masih terlalu mengandalkan dana bagi hasil.Begitu ada pemotongan dari pemerintah pusat maka terjadilah namanya defisit pada APBD Kutim”kata H.Herlang yang juga Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Kutai Timur, Senin, 11/02/2019.

Ia mengatakan, untuk menghindari defisit ini, Pemkab Kutim harus mencari sumber-sumber dana lainnya yang berasal dari kekayaan lain, seperti potensi pariwisata yang begitu hebat dan luar biasa.

Sektor pariwisata ini kalau benar-benar kita kelola dengan baik, maka Kutai Timur akan terlepas dari dana ketergantungan tadi, yakni DAU dan DAK.

Karst telapak tangan merupakan salah satu objek wisata yang akan memberikan pendapatan daerah alias uang akan mengalir ke kas daerah. Selain karst juga masih banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan dengan baik, ada banyak goa, pantai dan budaya bisa dikemas untuk menarik wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.

” Ya atau misalnya Pemkab Kutim bangun sebuah bangunan monumental, yang bisa dimanfaatkan jadi objek wisata. Dan masih banyak. Jangan aset pemkab hanya dijadikan lahan tidur, tapi dibangun sesuatu disana untuk mendatangkan uang”kata Herlang dari Partai Hanura. (ADV/liku2)