Anggota DPRD Kutim, Marsidik Ingin Transparansi Penggunaan Dana Bantuan Covid-19

0
75
Marsidik Mansur ( FOTO:dok/ist)

SANGATTA (LIPUTAN KUTIM ) – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur Fraksi Partai Golkar, Marsidik Mansur, mengatakan agar penggunaan dana bantuan sembako dampak Virus Corona kepada masyarakat harus transpran.

Menurut Marsidik, selain penggunaan dana Pemkab harus transparan dan sumbangan 40 anggota DPRD serta bantuan CSR perusahaan penggunaannya harus disampaikan secara transparan.

“Nanti saya akan turun kelapangan ke masyarakat untuk croschek penyaluran bantuan sembako dampak Virus Korona”kata Marsidik Mansur, saat menghubungi Redaksi Liputankutim.com, Minggu, malam, 12/04/2020

Marsidik juga mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan menemui Dinas Sosial, untuk mengetahui penyalurannya. Kalau memang jelas penyalurannya jelas saya dukung. Namun kalau tidak jelas dilapangan akan mempermasalahkan.

Terkait anggaran DPRD membenarkan adanya pokok-pokok pikiran anggota Dewan dirubah menjadi bantuan ke Dinas Sosial. Namun tidak tau berapa.Aku dengar dari Wakil Ketua DPRD Bu Asty Mazar, dia bilang Rp200 juta per anggota Dewan. Jadi kalau 40 anggota DPRD terkumpul Rp8 miliar.

“Artinya kalau Pemkab anggarkan Rp40 miliar dan Dewan Rp8 miliar total semuanya Rp48 miliar. Ini harus transparan untuk sembako berapa, kesehatan berapa dan lainnya”ujar Sidik panggilannya.

Dijelaskan, bahwa hal Ini saya sampaikan karena saya sebagai anggota DPRD, meskipun tidak punya jabatan. Saya hanya bersuara kalau di paripurna. Sedangkan di rapat pimpinan tidak pernah ikut karena saya bukan unsur pimpinan.

“Pokoknya aku mau transparansi penggunaan dana bantuan Covid-19. kalau tidak jelas kita perkarakan”katanya(liku1/*)