APBD-P Kutim 2019 Naik RP191,34 Miliar

0
152
Wabup Kutim Kasmidi Bulang menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUPA) dan PPAS Perubahan TA 2019 dalam Paripurna XIII diruang sidang utaram Gedung DPRD di Bukit Pelangi Sangatta, Selasa,16/07/2019.

Liputankutim, Sangatta – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD-P) Tahun Anggaran 2019 Kabupaten Kutai Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar Rp191,34 miliar dari APBD Murni sebesar Rp 3,35 triliun menjadi Rp3,55 triliun.

Kenaikan APBD P 2019 itu disampaikan Wakil Bupati Kasmidi Bulang pada Rapat Paripurna XIII Penyampaian Nota Pengantar Pemerintah terhadap rancangan  Kebijakan Umum Perubahan

APBD dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA PPAS) Tahun Anggaran 2019, diruang sidang utaram Gedung DPRD di Bukit Pelangi Sangatta, Selasa,16/07/2019.

Rapat paripurna XIII dipimpin Ketua DPRD Kutim Mahyunadi dengan dihadiri sebanyak 22 anggota DPRD Peridoe 2014-2019, hadir juga sejumlah kepala OPD dan FKPD dan undangan berbagai elemen, yang dimulai pukul 14.35 Wita molor 1 jam lebih dari jadwal undangan pukul 13.30 Wita.

Wabup Kutim Kasmidi Bulang dalam menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUPA) dan PPAS Perubahan TA 2019 menjelaskan, APBD-P mengalami peningkatan sebesar Rp61,84 M.

Sedangkan belanja tidak langsung yang berupa belanja pegawai, hibah, Bansos, subsidi, Bankue Pemerintahan Desa mencapai Rp200,8 M yang dititik beratkan memenuhi kekurangan gaji anggota DPRD, Gaji dan Insentif ASN, dan  utang ADD.

            Pada belanja langsung yang diprogramkan tahun 2019 , terang Kasmidi,  untuk belanja pegawai, barang dan jasa serta belanja modal yang mencapai Rp2,35 triliun mengalami penurunan sebesar Rp138,2 M menjadi Rp 2,20 Triliun.

            “Belanja langsung pada KUPA dan PPAS Perubahan tahun  2019 diarahkan untuk memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga  antara lain membayar rekening listrik,  utang BBM  dan Gaji TK2D,” terang Kasmidi.

            Pada pembiayaan daerah, dijelaskan,  terjadi perubahan 273,57 M menjadi Rp249,75 M yang bersumber dari meminjam ke Bank Jateng namun dibatalkan.

            Sebelum mengakhiri nota RAPBD, Kasmidi disampaikan pada APBN triwulan IV mengalami perubahan yang berdampak terhadap penerimaan daerah karenanya dimohon pemahaman steakholder, selain itu juga dilakukan efesiensi dalam penggunaan anggaran. “Diharapkan RAPBD Perubahan bisa disepakati akhir bulan Juli ini,” kata Kasmidi Bulang.

            Sebelumnya pada Kamis (15/11) tahun 2018, APBD Kutim Tahun 2019  disetujui DPRD sebesar  Rp2,9 Triliun dengan target PAD sebesar Rp121,8, Dana Perimbangan Rp2,1 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp760,7 M.  Sementara untuk belanja daerah dialokasikan Rp2,9  triliun yakni untuk belanja tidak langsung

sebesar Rp1,1  triliun, belanja langsung Rp1,6 trilun, pembiayaa daerah Rp136,7 miliar, penerimaan pembiayan tidak ada dan pengeluaran penerimaan daerah dialokasikan Rp136.7 miliar.(liku1/*))