Bengalon Tempat Peredaran Rokok Ilegal Tertinggi Di Kutai Timur

0
89
Hari Murdiyanto Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Sangatta, (FOTO:Adi Sagaria)

 

SANGATTA (LIPUTANKUTIM) – Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Sangatta, Hari Murdiyanto, mengatakan, Bengalon merupakan daerah paling tinggi peredaran rokok ilegal di Kutai Timur.

Menurut Hari Murdiyanto dari 11 kecamatan kegiatan penindakan tembakau (rokok) ilegal yang dilakukan Bea Cukai Sangatta berhasil menyita 89.580 ribu batang rokok ielagal dan 75 persen itu berada di Kecamatan Bengalon.

” Iya, dari 11 kecamatan dilakukan penindakan rokok ilegal sebanyak 89.580 batang rokok dan 75 persen atau 3/4 disita di Bengalon, atau tertinggi dari 11 Kecamatan”kata Hari Murdiyanto, saat memberikan keterangan Pers usai acara pencanangan pembangunan zona integritas Kantor Bea Cukai Sangatta dan pemusnahan 89.580 ribu batang rokok ilegal, Selasa, 10/12/2019.

ILEGAL: Puluhan ribu batang rokok ilegal berbagai merk ini dimusnahkan di halaman kantor Bea Cukai di Sangatta, Selasa, 10/12/2019 (FOTO : Adi Sagaria)

Hari mengatakan, peredaran barang-barang rokok ilegal ang banyak beredar di Kutai Timur merupakan rembesan dari Samarinda dan ada juga sedikir pasokan dari Jawa.

Dikatakan, para pemasok rokok ilegal ini sasarannya memang desa-desa dan atau kecamatan yang sulit dijangkau oleh petugas.

Selain itu kendala kami karena mobil double belum ada pengganti yang baru. Mudahan nanti ada mobil baru sehingga bisa menjangkau daerah yang lebih luas.

Namun kata Kepala Kantor Bea Cukai Sangatta Hari Murdiyanto, prosentase pengungkapan untuk tahun ini jauh lebih menurun, dibandingkan tahun sebelumnya untuk periode januari hingga oktober.

“Jika tahun 2018 jumlah rokok ilegal yang disita dan dimusnahkan mencapai ratusan ribu batang rokok, sedangkan tahun ini jumlahnya 89.580 ribu batang rokok.

Hari menyebutkan sepanjang januari 2019 11 kecamatan yang didatangi masing-masing Sangkulirang, Kaubun, Kaliorang, Busang, Rantau Pulung, Muara Wahau, Bengalon, Kongbeng, Sangatta Selatan, Batu Ampar dan Muara Bengkal (liku/1*)