Berdasarkan Laporan Warga, DPRD Kutim Lakukan Sidak Terkait Pencemaran Limbah Oleh pihak Perusahaan

0
256
Akibat Cemari Lingkungan, Gabungan Komisi DPRD Kutim, Serta Dinas LH, Lakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) Ke Perusahaan Di jalan Sukarno Hatta Desa Singa Gembara Kec. Sangatta Utara-Kutim Dekat Kantor KNPI

Sangatta, Liputan Kutim.com Anggota DPRD Kutim, Gabungan Komisi A, C, dan D, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lingkungan perusahaan yang diduga sumber pencemaran di kawasan yang tak jauh dari gedung KNPI Kutim itu, Didesa Singa Gembara kec. Sangatta utara. Kamis (8/4/21).

Sejumlah Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari gabungan komisi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di perusahaan yang hadir dalam sidak tesebut, Piter Palinggi, Basti Sanggalangi, Jimmy, Yuli Sapang serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim.

“Kunjungan kami anggota DPRD Kutim karena adanya laporan masyarakat Singa Gembara karena adanya limbah di Kampung Tator, sehingga kami meresponsnya. Kami berkoordinasi dengan pimpinan, dan kami ternyata mendapat arahan surat untuk melakukan sidak,” ujar Basti.

Menurut Basti, berdasarkan laporan warga, limbah tersebut masuk ke lingkungan warga bila hujan turun. Dalam sidak tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim.

Dalam sidak ini ternyata memang benar adanya, Ditemukan tumpukan sampah ber oli seperti kain fel dan sarung tangan yang mengandung oli yang dibuang tidak sebagai mana mestinya yang ditemukan dibelakang kantor perusahaan tersebut, terang Basti pada awak media

“Ada beberapa bukti yang kami temukan, terkait perusahaan ini yang membuang limbah tidak sesuai dengan SOP. Kami juga telah berkomunikasi dengan DLH terkait masalah ini,” terang Basti, Wakil ketua Komisi A.

“Kami juga menemukan fakta menarik, bahwa perusahaan ini, telah mendapatkan sanksi dari DLH terkait pencemaran lingkungan’ Dan ini sudah yang kesekian kalinya diberikan Dinas LH, Akan tetapi pihak perusahaan tidak perdulikan juga,” Ujar Basti Sanggalangi.

“Berdasarkan Fakta –Fakta dilapangan yang teryata perusahaan ini selain limbah juga banyak lagi yang dilanggar seperti masalah ketenaga kerjaan meupun sistim pembayaran upah lainya, yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan guna menghindari pajak”

Terkait dengan temuan dilapangan dan pelanggaran yang banyak sudah dilakukan oleh perusahaan tersebut, Kita tunggu Sangsi apa yang akan diberikan pemerintah terhadap perusahaan tersebut, terang Basti pada awak media

Sementara itu, dikonfirmasi sejumlah awak media, Sabtu (10/4/2021) manajeman perusahaan belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait tuduhan dari DPRD Kutim. “Masalah pencemaran lingkungan kami tidak bisa jawab, malah sebaliknya mempertayakan surat tugas kepada awak media, dan juga Sidak Gabungan Angotta DPRD Kutim Diangapnya hanya kunjugan, Bukan Sidak, ucapnya pada awak media.(IVN/Liku1/)