Besok, Bupati Kutim-Kemenag-MUI Putuskan Sholat Idul Fitri , Boleh Atau Tidak di Masjid

0
46
H. Nasrun, MH Kepala Kementerian Agama Kutai Timur (FOTO :Adi Sagaria)

SANGATTA ( LIPUTAN KUTIM.COM ) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur mengangendakan pertemuan dengan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutai Timur untuk membahas soal pelaksanaan Salat Idul Fitri 2020.

Dihubungi Selasa, malam 19/05/2020, Kepala Kementerian Agama Kutai Timur H. Nasrun mengatakan, sampai saat ini ditengah Covid-18, belum diputuskan final mengenai pelaksanaan sholat idul fitri apakah boleh atau tidak dilaksanakan di masjid dan dilapangan.

“Kepusan finalnya besok pak, ada rapat lanjutan dengan bupati dan Ormas Islam”kata Kepala Kemenag Kutai Timur H. Nasrun, melalui pesan WhatsApp diterima Redaksi liputankutim.com.

Sebelumnya bupati Kutai Timur Ismunandar saat dikonfirmasi wartawan mengatakan belum bisa mengambil keputusan terkait pelaksanaan sholat idul fitri 2020, karena harus melibatkan tim Gugus Tugas dan rapat dengan MUI dan Ormas Islam.

Menurut Ismunandar meski banyak tokoh islam datang bertukar pikiran, namun dirinya belum bisa memutuskan karena didalam Tugas Gugus ini banyak anggota yang lain.

“Masih akan dibahas bersama MUI dan Ormas Islam”kata Bupati Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi, Sekda Irawansyah dan sejumlah Kepala OPD usai mengikuti dalam rapat vicon Intensifikasi dan ekstensifikasi income dalam rangka peningkatan PAD Kabupaten Kutai Timur di Kantor Dinas Kominfo Perstik, Senin, 18/05/2020

Dikutif dari Antaranews,MenterI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan tidak ada perbedaan pandangan antara pemerintah dengan MUI, maupun Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, mengenai ajakan pemerintah kepada masyarakat untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri di rumah demi meminimalkan risiko penularan COVID-19.

“Kami sama dalam seruan yang dikeluarkan Majelis Ulama, NU dan Muhammadiyah itu isinya sama agar orang shalat di rumah karena bahaya yang ditimbulkan berkumpul itu lebih menimbulkan mudharat, daripada kita meraih yang Sunnah Muakkad sekalipun,” kata Mahfud usai rapat terbatas mengenai “Persiapan Idul Fitri 1441 H/ 2020 M” yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa.

Menurut Mahfud, ketiga organisasi MUI, NU dan Muhammadiyah pun sudah mengatur tata cara Shalat Id di rumah dengan ketentuan jumlah anggota jamaah dan cara khutbah Idul Fitri.

“Misalnya jumlah anggota jamaah berapa orang, khutbahnya pendek, bahkan ada yang mengatakan kalau perlu, tidak perlu khotbah yang penting shalat saja. Itu sudah ada. Itu yang pokok” ujar dia.(liku1/*)