Bupati Kutai Timur Perintahkan Dinas Kesehatan Segera Kunjungi Anak 14 Bulan Penderita Kepala Besar Di Sangatta

0
76
Bupati Kutai Timur

LiputanKutim, SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ismunandar memberikan respon dan meme rintahkan Dinas Kesehatan untuk mendatangi dan memberikan pelayanan kepada anak berusia 14 bulan yang menderita penyakit aneh di jalan Soekarno Hatta Sangatta Utara.
Respon cepat itu diambil bupati Ismunandar usai memimpin acara Cofe morning dan saat menyaksikan siaran ulang di SCTV Kaltim yang menyiarkan seorang anak berusia 14 bulan yang menderita penyakit aneh dengan pembesaran kepala dan dijemur dimatahari setiap hari oleh ibunya.
“Bu Hariati ini ada anak menderita sakit pembesaran kepala, tolong didatangi dan dibantu apa yang bisa dibantu. Karena meskipun anak itu dia sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan”kata Bupati Ismunandar.
Bupati Ismunandar meminta agar si anak penderita kepala besar dicek kesehatannya dan berpesan kedua orang tuanya agar bersabar menghadapi cobaan. Pemkab Kutim akan berupaya memberikan bantuan sesuai kemampuan dan peraturan yang berlaku.
Liputankutim.com yang sebelumnya telah berkunjung kerumah orang tuanya si anak penderita kepala besar bernama Rehan Firmansyah 14 bulan anak dari pasangan Ririn dan ayahnya Didik Eka Prasetyo dan tinggal disebuah rumah kontrakannya di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Gunung Sari Gang 6 RT 25 sekitar 200 meter dari Perumahan TNI AL Dewa Ruci.
“Anak saya setiap hari dijemur dibawah sinar matahari, biar keringatan dan sehat”kata ibunya yang yang sesekali mengelap badan anaknya yang nampak lemah dan hanya sesekali melirik.
Menurut ibunya, anaknya menderita penyakit aneh sejak berusia lima bulan, kemudian diakhir tahun 2018 anaknya dibawah ke RS Umum Wahab Syahrani Samarinda.
Dirumah sakit Samarinda anak saya dibius oleh dokter dan akan dioperasi, namun saya tidak mau anak saya dioperasi. Selama tiga hari kami di samarinda anak saya tidak banyak mengalami perubahan akhirnya saya pulang ke sangatta.
“Sebenarnya ingin anak saya dioperasi namun kami tidak ada biaya untuk transportasi dan biaya makan nginap. Kalau biaya operasi bisa dengan BPJS namun biaya lainnya itu cukup besar makanya belum berani”katanya.
Kondisi Rahan kepala membesar, kaki dan tangan lemah, badannya kecil dan kurus, jari-jari sulit lurus tidak bisa dibuka, sesekali air matanya menetes kesamping. Suara tidak ada kedengaran.(*)