Bupati Kutai Timur Sebut Kades Ujung Tombak Pembangunan Daerah

0
66
Keterangan Foto: Sekretaris Daerah Drs.H.Irawansyah,M.SI ( kiri) Bupati Ir. H.Ismunandar,MT ( tengah) Wabup H.Kasmidi Bulang,ST,MM ( kanan). Pada acara Coffe Morning di ruang Meranti Setkab, Senin,07/01/2019 FOTO:Adi Sagaria

liputankutim.com, Sangatta – Melihat kondisi wilayah yang begitu luas dan geografis yang sulit serta berbagai persoalan yang dihadapi dibutuhkan kebersamaan dan keterlibatan semua pihak untuk menyelesaikan. Termasuk Kepala Desa yang merupakan ujung tombak pemerintah daerah

Hal itu dikatakan Bupati Kutai Timur Ismunandar saat memberikan keterengan kepada liputankutim.com, saat istrahat disela-sela memimpin rapat coffe morning di ruang Meranti Kantor bupati, Senin, 07/01/2019.

Bupati Kutai Timur Ismunandar menyebutkan kepala Desa merupakan bagian dari pemerintahan daerah Kabupaten Kutai Timur,sehingga tentu saja diperlukan koordinasi dan komunikasi serta cara-cara agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik.

“Dan salah satu cara yang akan dilakukan adalah dengan menghadirkan para Kepala Desa untuk menghadiri acara Coffe Morning yang diadakan setiap minggu. namun untuk Kades cukup tiga bulan sekali hadir”kata Bupati Ismunandar,Senin,07/01/2019.

Bupati Ismunandar mengatakan mulai hari ini, senin 7 Januari 2019 seluruh Kases saya undang menghadiri coffe morning dan akan diadakan setiap tiga bulan. Tujuannya adalah agar semua persoalan-persoalan yang ada di desa bis nyambung dan bisa disampaikan kepada pimpinan di kabupaten.

“Saya berharap ada positifnya dari pertemuan dan hari ini seperti yang kita lihat mereka begitu semangat menyampaikan unek-unkenya terutama terkait dengan keterlambatan penyaluran alokasi dana desa ( ADD) yang bersumber dari APBD II Kutai Timur.

Hadir dalam acara coffe morning pertama bersama seluruh Kepala Desa dari 139 Desa Se-Kabupaten Kutai Timur dan para Camat Se-Kutim dengan dihadiri juga para pejabat Kepala SKPD, Staf Ahli Kepala Bagian.

Selain membahas masalah ADD yang rencananya akan dilakukan pada triwulan I tahun anggaran 2019 juga berbagai persoalan lainnya seperti kesejahteraan Kepala Desa dan perangkatnya yang mereka usulkan. ( liku1)