Bupati Kutim DR.Kasmidi Bulang Belum Ijinkan Sekolah Tatap Muka

0
381
Satgas Covid-19 Kutai Timur dipimpin Bupati DR.H Kasmidi Bulang,ST,MM,menggelar rapat khusus penanganan Korona di Sekretariat Covid-19 Jalan Soekarno Hatta, Kamis, 07/01/101` (FOTO:Adi Sagaria)

 

 

SANGATTA, Liputankutim.com – Bupati Kutai Timur DR. H. Kasmidi Bulang belum mengizinkan dibuka sekolah tatap muka bagi seluruh sekolah di Kutai Timur hingga waktu yang belum ditentukan.

 

Penyataan itu disampaikan Bupati DR.H Kasmidi Bulang usai melakukan rapat khusus Satgas Covid-19  di Sekretariat Satgas Covid-19 Kutai Timur di Jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Kamis Sore, 07/01/2021.

 

“Berdasarkan hasil rapat khusus Satgas Covid-19 maka, sekolah tatap muka masih kita ditunda dulu dengan pertimbangannya, kasus Korona masih tinggi”kata Kasmidi Bulang usai mengikuti rapat covid-19

 

Kepada Wartwan DR. Kasmidi Bulang didampingi Sekda Drs. H. Irawansyah, menjelaskan, penundaan sekolah tatap muka akan terus dievaluasi sambIl perkembangan kasus korona.

 

Hasil keputusan rapat Satgas Covid-19 Kutim tentang larangan sekolah tatap akan segera dibuatkan Surat Edaran yang akan ditandatangani Bupati Kutai Timur DR.H. Kasmidi Bulang, untuk kemudian disampaikan keseluruh Sekolah di Kutai Timur.

 

“Jika memang dalam waktu satu bulan atau dua bulan atau tiga bulan atau perminggu terjadi penurunan kasus, maka bisa saja dilakukan. Tapi yang pasti saat ini belum bisa.Kita tunggu juga instruksi pusat  ”kata politisi Partai Golkar ini.

 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Bahrani Hasanal menyebutkan, belum adanya ijin sekolah tatap muka karena memang saat ini status kutai timur masih tinggi

 

“Sangatt Utara dan Bengalon saat ini masih zona merah. Dua kota itu menjadi kluster dan masih tinggi makanya sekolah tatap muka belum boleh”katanya Bahrani .

Kepala Media Online Liputankutim.com, menyebutkan, sampai saat ini kasus Korona di Kutai Timur mencapai 4.100 yang terkonfirmasi positif, namun angka kesembuhan cukup tinggi juga.

 

Memasuki awal atahun 2021 ini, tinggal 200an orang lagi yang masih dirawat, ada yang menjalani rawat mandiri, ada juga yang dirawat oleh perusahaan jika itu karyawan.

 

Mudah-mudahan Kutim segera turun di status zona kuning atau pun ke status biru. Karena untuk turun ke zona kuning itu kasus terkonfirmasi positif harus dibawah 50 kasus.

“Karena sekarang masih diangka 200 makanya status masih merah. Ini kasih didominasi kecamatan sangatta utara dan bengalon”katanya.

Hadir dalam rapat khusus selain Kasmidi Bulang juga hadir Sekda Irawansyah, Dandim 0909/SGT Letkol CZI Pabate, Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmiko, Dan Lanal Sangatta Letkol (P) Osben Naibaho, Kajari Setyowati, Kadis Kesehatan dr. Bahrani Hasanal, Kepala BPBD Syafrudin, Kapolsek Sangatta AKP Slamet Riyadi dan lainnya (liku1/liku3/*)