Bupati Kutim Ismunandar Akui Pembagian Sembako Belum Merata

0
74
Bupati Kutai Timur Ir.H.Ismunandar,MT dan Wabup H. Kasmidi Bulang,ST,MM (FOTO:Adi Sagaria)

 

SANGATTA ( LIPUTAN KUTIM ) –  Pembagian sembako gratis di Kutai Timur sebagai dampak dari penyebaran Virus Korona diakui Bupati Timur Ismunandar masih belum merata, dimasyarakat.

Hal itu dikatakan bupati Ismunandar disela-sela mengikuti Video Konfrense ( VIDCON) dengan Menteri Dalam Negeri bersama dengan Sekda Provinsi dan Bupati/Walikota Se Indonesia membahas langkah pemerintah mengantisipasi  kebutuhan daerah dalam pencegahan penyebaran percepatan dan penanganan COVID-19 secara live di Kantor Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik ( Kominfo Perstik) di Pusat Perkantoran bukit Pelangi, Sangatta yang berlangsung hingga pukul 18.10 wita.

 

“Memang kita akui bahwa pembagian sembako belum merata, tapi kita masih pendataan terus”kata Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang, Sekda Irawansyah, Kadis Perindag Zaini, Kadis Ketahanan Pangan Sumarjana dan Kadis Pertanian Sugiono serta Kadis Kominfo Supriyanto dan sejumlah pejabat.

 

Menurut Ismunandar , pemerintah masih melakukan pendataan terhadap masyarakat yang benar-benar terdampak akibat virus korona, terutama mereka yang memiliki usaha kecil dan tidak ada penghasilan.

 

Tahap pertama sudah diluncurkan pekan lalu sebanyak 1000 paket untuk masyarakat di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Program sembako miskin ini akan terus dilakukan di 18 Kecamatan se-Kutai Timur.

“Kalau sembako memang belum merata, namun dinas sosial masih mendata warga yang bisa diberikan sembako”ujar Ismunandar yang juga didampingi Asisten Pemerintahan Suko Buwono,Kadis Sosial dan kepala BPBD Kutim Syafrudin Syam

Sebelumnya Pemkab Kutim dengan program bantuan paket sembako miskin dampak korona melalui Dinas Sosial selama tiga bulan kedepan sebanyak 50 ribu paket sembako untuk 18 ribu Kepala keluarga.

Paket sembako tersebut berisi antara lain beras, minyak goreng, indo mie, gula pasir, ikan kaleng/sarden, kecap manis dan asin serta sambal botol. Paket sembako ini difokuskan untuk pedagang penjual pentol, pedagang kaki lima, pedagang sayuran, nelayan, dan ukm yang tidak kehilangan pembeli akibat korona (ADV/liku/2)