Covid-19: Usulan Camat, Dua Masjid di Kutai Timur Masih Dilarang Melaksanakan Sholat Berjamaah.

0
63
Ir.H. Ismunandar, MT, Bupati/Ketua Gugus Tugas Penangangan Covid-19 Kutim (FOTO :Adi Sagaria)

 

SANGATTA ( LIPUTANKUTIM.COM ) – Pemkab Kutai Timur telah mengizinkan rumah ibadah dipergunakan kembali untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah mulai minggu ini. Kecuali ada dua masjid di Kutai Timur ini yang masih dilarang melaksanakan sholat berjamaah.

“Tapi ada dua masjid yang belum boleh melaksanakan ibadah secara berjamaah. 1 masjid di Sangatta Selatan dan 1 masjid di Rantau Pulung”kata Bupati Kutai Timur Ismunandar, Senin, 02/06/2020

Menurut Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Penangangan Covid-19 Ismunandar, dua masjid ini, belum diperbolehkan melaksanakan sholat sholat secara berjamaah, berdasarkan laporan dan usulan masing-masing Camatnya, saat dilaksanakan Video Konfres, tadi ini.

Camat Sangatta Hj. Hasdiah, kata bupati Ismunandar melaporkan bahwa disekitar besar masjid masih berstatus transmisi lokal, sehingga belum bisa dibuka untuk dilaksanakan sholat secara berjamaah.

Begitu juga dengan Camat Rantau Pulung, Mulyono tadi melaporkan, satu masjid diwilayahnya berada di jalan poros,sehingga belum dibolehkan untuk digunakan sholat berjamaah.

” Atas laporan dan usulan camat Sangatta Selatan wilayahnya transmisi lokal satu masjid dilarang sholat berjamaah dan camat Rantau Pulung juga larang 1 masjid poros”kata bupati Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang dan Kepala Kemenag Nasrun

Pada kesempatan itu Bupati juga mengatakan menyerahkan kepada para Camat dan Kepala Desa bersama para tokoh agama untuk menentukan masjid dan mshollah serta rumah ibadah agama lain diserahkan kepada masing Camat dan Kepala Desa.

“Camat dan Kades serta tokoh agama disana yang menentukan sendiri mana yang aman dan boleh ibadah berjamaah atau tidak. Karena mereka yang mengetahui kondisi wilayahnya”katanya (liku1*).