Cuekin Fatwa MUI, 48 Masjid di Kutai Timur Masih Laksanakan Sholat Jumat dan Tarawih

0
77
Drs.H. Nasrun,MH Kepala Kantor Kemenetrian Agama ( Kemenag) Kabupaten Kutai Timur (FOTO:Adi Sagaria)

SANGATTA (LIPUTAN KUTIM ) – Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun 2020 Tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi Wabah Virus Korona (COVID-19). Namun fatwa MUI sepertinya dicuekin oleh takmir 48 masjid di Kutai Timur dengan tetap melaksanakan sholat jumat dan sholat tarawih.

Kepala Kantor Kemenetrian Agama ( Kemenag) Kabupaten Kutai Timur Drs.H. Nasrun, MH, ditemui diruang kerjanya, Senin, 04/05/2020 mengatakan, pihaknya menerima laporan dari tim Gugus Tugas Covid-19 bahwa masih ada 48 masjid yang melaksanakan kegiatan ibadah, seperti sholat jumat dan sholat tarawih.

Baleho ” Kutim Zona Merah” Covid-19 dipasang dibeberapa titik di Kota Sangatta untuk mensosialisasikan bahaya Virus Korna (FOTO:Adi Sagaria)

“Jadi 48 masjid yang masih melaksanakan kegiatan ibadah selaman bulan suci ramadhan terdapat di 11 Kecamatan dari 18 Kecamatan Se-Kutai Timur. Mulai perkotaan sampai pedesaan”kata Kepala Kemenag Kutim Drs.H. Nasrun didampingi H. Abdul Lafief, S.HI.

Dikatakan H. Nasrun, laporan Tim Gugus Tugas hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur berada pada posisi “Zona Merah” alias zona berbahaya. Sehingga dalam pandangan kami menyikapi beberapa kegiatan peribadatan seperti sholat jumat dan sholat tarawih

“Kami menyampaikan mohon kepada Takmir Masjid untuk mengikuti himbauan atau ketentuan yang dikeluarkan baik dari Kementerian Agama Republik Indonesia maupun oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)”kata H. Nasrun

Karena saat ini kita menyadari bahwa Pandemi Virus Korona yang ada sesuatu yang tidak terlihat, kita tidak bisa membedakan, mana yang terkena korona dan mana yang tidak terkena, tanpa kejala.

Untuk itu kepada seluruh umat muslim ketika ada anjuran untuk berdiam dirumah,ibadah dirumah dalam rangka berjihat beramal ibadah, karena ketaatan kita kepada umaroh ( ulama ) itu kita bisa menyelamatkan orang lain dan keluarga kita sendiri.

“Jadi kita tidak boleh didalam ibadah hanya memakai paham jabariah, seolah-olah kalau kita tidak melaksanakan melanggar perintah agama, tidak. Karena Insyah Allah yang dilarang bukan sholatnya, bukan ibadahnya, tapi berkumpul-kumpulnya itu”katanya.

Kalau kita menginginkan keluarga sehat masyarakat sehat, melalui bulan ramadhan ini hikmahnya luar biasa. Yang biasanya tidak jadi imam sekarang jadi imam dirumah, biasnaya tidak tadarus dirumah sekarang tadarus dirumah, jadi ini juga menjadi implementasi hadistz Rasulullah SAW kita disuruh menyinari rumah kita dengan sholat dan membaca al-qur’an.

Maka dengan kepatuhan kita, mudah-mudahan mentaati anjuran pemerintah dan MUI bahwa untuk sementara waktu kita tidak berkumpul-kumpul. dan ini untuk semuanya , bukan karena ketidak tahuan kita jadi penyebab bahkan menjadi korban daripada keganasan Covid-19 ini.

“Karena Covid-19 ini tidak kenal status sosial, mau orang kaya atau orang miskin. Virus ini tidak kenal agama, dimana kluster dari Bogor pada pendeta kena,dan kluster Goa dimana para uztads kena”jelas H. Nasrullah yang baru hari ini menjabat Kepala Kantor Agama ( Kemenag) Kutim menggantikan H. Ambol Dalle yang memasuki masa pensiun

Berikut Daftar 48 Masjid Yang masih melaksanakan kegiatan ibadah sholat jumat dan sholat tarawih yakni . Kecamatan Kaubun 2 Masjid, Muara Ancalong 8 masjid, Sandaran 2 masjid, Muara Bengkal 2 masjid. Kemudian Selatan 2 masjid, Kaliorang 6 masjid, Busang 4 masjid. Kecamatan Long Masengat 9 masjid, Sangatta Utara 1 masjid, Sangkulirang 4 masjid. Sementara Gereja menurut laporan kemenag tidak ada yang melaksanakan ibadah pada hari minggu (liku1/*)