Dari Enrekang Sulsel Ke Sangatta Kaltim, Pak Haji Jahidin Berhasil Kembangkan Sapi Perah “Fries Holland”

0
125
Haji Jahidin merawat ternaknya dengan membersihkan setiap waktu. Itu dilakukan agar kesehatan Sapi terjamin, susunya yang dihasilkan bersih dan berkualitas tinggi. (Foto:Adi Sagaria)

Liputankutim.com, Sangatta –  Haji Jahidin 58 tahun sejak tahun 2010 memulai usahanya sebagai peternak sapi perah jenis  Fries Holland (FA) di Sangatta Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di kilometer 4 desa Sangatta Selatan.

Berbekal ilmu dan pengalaman sebagai peternak didaerah asalnya, Kabupaten Enrekang Sulawsei Selatan, Jahidin memberanikan dirinya mengajuan bantuan dari Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Pertanian dan Peternakan.

Menurut Jahidin mendapat bantuan dua ekor sapi perah jenis fries holland (FA) 2010, meski awalnya diragukan. Karena menurut pejabat Dinas Pertanian dan Peternakan saat itu, sudah banyak yang dibantu, namun tidak satupun yang berhasil.

Haji Jahidin ( kiri) H.Mardi /Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim (tengah)

“Awalnya Dinas Peternakan tidak yakin bisa mengembangkan sapi perah jenis FA  namun saya meyakinkan. Karena saya sudah ada pengalaman di kampung di Enrekang Sulsel”kata Haji Jahidin, saat dikunjungi Liputankutim.com.

Pelan tapi pasti, kepercayaan Pemerintah membuahkan hasil, dan tiga tahun berikutnya, tepatnya tahun 2013 saya kembali mendapatkan bantuan sapi jenis FA ini dari Kementerian Pertanian RI melalui Pemkab Kutai Timur Dinas Pertanian dan peternakan.

“Saya bersyukur karena ada kepercayaan dan diberikan lagi bantan sebanyak 13 ekor. Namun saya akui ada kelemahan  sehingga beberapa ekor mati”ujar Jahidin

Belajar dari kegagalan atas matinya sapi bantuan, saya terus belajar agar sapi bisa berkembang. Strategi saya adalah meremajakan sapi dengan cara yang tua saya jual dan kemudian membeli sapi yang muda dan lebih produktif.

Hingga tahun 2019 ini saya telah memiliki 21 ekor sapi jenis fries holland ini, ada yang jantan dan betina. Sedangkan yang produksi susu ada empat ekor dengan produksi susu rata-rata 50 liter per hari atau 7-8 liter per ekor perhari.

“Dua hari lalu datang lagi satu ekor  FA super dari Enrekang Sulsel. Umurnya baru berumur 18 bulan dan tak lama lagi bisa produksi susu”kata Jahidin sambil menunjukkan sapi tersebut.

H.Jahidin peternak sukses Sapi Perah FA di Sangatta Kaltim

Ditanya soal pasar, Jahidin mengatakan, alhamdulillah saat ini peminatnya sangat tinggi. Tidak saja di Kutim tapi sudah tembus ke Marangkayu, Samarinda Balikpapan hingga ke Berau dan Penajam.

“Kalau hasilnya bisa dikatakan alhamdulillah lumayan, omzetnya bisa jutaan rupiah sebulan”katanya.

Kini haji Jahidin mengaku mengembangkan sapi FA disebuah kandang berukuran lebar 8 meter dengan panjang 20 meter, dilengkap dengan lahan budibaya rumput gajah seluas tiga hektare.

“Kalau malam sapi dilepas dilapangan rumput seluas 1 hektare dan pagi masuk kandang untuk produksi bagi betina dan istrahat yang jantan”kata Jahidin yang berharap masih mendapatkan tambahan bantuan sapi perah FA ini.

Sapi Friesian Holstein (FA) sangat mudah dikenali karena memiliki ciri fisik yang berbeda dari jenis ternak sapi lainnya, yakni corak hitam putih di beberapa bagian tubuhnya

Berikut karakteristik umum sapi Friesian Holstein:

  • Sapi Friesian Holstein memiliki bulu berwarna hitam dengan bercak putih pada beberapa bagian tubuhnya
  • Bulu ekor pada bagian ujungnya berwarna putih
  • Memiliki ambing (kelenjar payudara yang menghasilkan susu) yang kuat dan cukup besar
  • Perangainya tenang dan jinak, sehingga mudah dipelihara
  • Kepala sapi panjang dan sempit, dengan ukuran tanduk pendek dan mengarah ke depan
  • Memiliki corak putih berbentuk segitiga pada bagian dahinya
  • Jika diternakkan dengan baik, berat sapi perah Friesian Holstein jantan bisa mencapai 1.000 kg (satu ton), sedang betina mencapai 650 kg.
  • Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, meskipun pada beberapa kasus sapi jenis ini tidak tahan panas
  • Pedet (sapi yang baru dilahirkan) Friesian Holstein bobotnya bisa mencapai 45 kg.
  • (Adi Sagaria/liku1/*)