Detik-Detik Sepeda Motor Nyemplung Ke Sungai, Istri Terseret Arus,Anaknya Hilang

0
3723

Liputankutim.com, Sangatta –  Peristiwa jatuhnya satu keluarga yang menggunakan sepeda motor di ponton penyebrangan di Sungai Sangatta Kutai Timur, menjadi berita paling populer dimedia online lokal dan tidak ketinggalan para nitizen sepanjang hari ini, kamis, 04//07/2019.

Hal itu karena pertama, kejadian seperti ini sudah terjadi beberapa kali di sungai sangatta,bahkan hamper setiap tahun. Dan kedua tentu karena yang menjadi korbannya adalah ana-anak yang masih berusia 6 tahun bernama Wahyu, anak semata wayang dari pasangan suami istri Sudar 33 tahun dan Sri Rahayu 27 tahun.

Jurnalis Liputankutim.com, bertandang ke rumah orang tuanya Wahyu, yang beralamat di Jalan  Jenderal Sudirman RT 58 Desa Sangatta Utara, tepatnya sekitar  100 meter dari pagar Kantor Camat Sangatta Utara, Kamis sore pukul 16.00 wita.  

Saat ditemui, Sudar menggunakan sarung berwana hijau dan berbaju koko warna biru menggunakan kopiah berwarna coklat. Sedangkan istrinya Sri Rahayu menggunakan baju berwarna hijau kombinasi coklat

“Mari pak silahkan masuk, istri saya masih shock dengan kejadian seperti mimpi, tapi alhamdulillah sudah bisa diajak bicara jika bapak perlu”kata Sudar

Beberapa ibu-ibu dari kerabat dan tetangga nampak berdatangan memberikan ucapan belasungkawa atas kejadian. Begitu sejumlah laki-laki dewasa dan remaja yang jumlahnya duduk dikursi plastik yang tersedia diluar dibawah sebuah tenda berwanra biru.

Sudar yang ditemani istrinya sesekali meneteskan air matanya, menceritakan kejadian dan menyedihkan hingga menyebabkan kehilangan anak semata wayangnya dari hasil pernikahan dengan istrinya selama tujuh tahun silam.

Menurut Sudar, tadi pagi jarum jam dirumah saya tepat pukul 08.00 wita, seperti biasanya tujuan ke pasar Sangatta Selatan seberang untuk belanja kebutuhan usaha. Ya maklum, kebetulan saya dan istri usaha kecil-kecilan.

Beberapa menit diperjalanan, kami tiba penyebrangan ponton dan memilih yang ada kacanya. Saya berhenti tepatnya di tempat ponton bersandar. Sambil menunggu ponton yang masih mengarah kesini membawa penumpang menggunakan 1 sepeda motor.

Saat ponton tiba langsung menurunkan penumpang dan sepeda motornya. Setelah motor penumpang sudah turun,  giliran saya naik, saya tidak laju karena memang membawa anak kecil.

Ketika naik ponton kemungkinan saya ngerem motor kurang “pakem” karena tangan kanan saya pegang setir tangan kiri pegang anak saya yang duduk depan. Mungkin karena pontonnya belum nyandar benar menyebabkan ban motor saya lepas dan nyemplung.

Waktu sepeda motor nyemplung kedalam air tangan saya terlepas dari pegangan anak. Waktu didalam air saya sempat meraba-raba mencari tapi anak sudah hilang. Nah dalam hati saya anak saya sudah hilang ini.

“Didalam air keadaan sadar saya dan berusaha naik keatas permukaan narik nafas, tiba-tiba melihat istri saya terbawah arus sungai sekitar lima meter dari tempat kami terjatuh. Saya berenang mengejar dan menariknya, alhamdulilah istri saya selamat.“Jadinya kami itu jatuh bertiga kedalam air dengan sepeda motor”ujar dibenarkan istrinya.

Sri Rahayu mengatakan, saat kami terjatuh tidak ada yang nolongin, karena memang tidak ada orang. Operator ponton juga sendirian dan penumpang yang naik motor sudah pergi, jadi memang sepi tidak ada orang.

“Memang sepi pak, makanya nda ada yang menolong.  Hanya operator ponton menolong menarik istri saya keatas ponton”ujar Sudar yang mengaku sedih karena anaknya mau dimasukan sekolah tahun ini

Dikatakan juga tidak ada firasat akan kejadian ini,  hanya seperti mimpi. Anak saya berumur enam tahun rencananya akan masuk sekolah tahun ini. Tetapi apapun yang didapatkan hasilnya tim SAR dari pihak keluarga Ikhlas.

“Hanya saja perlu saya luruskan, karena ada diberita bahwa ponton belum datang saya sudah masuk duluan, itu salah, tidak benar. Saya sempat dengar itu”ujarnya.

Informasi terakhir yang diterima Redaksi Liputankutim.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, pencarian dihentikkan dan akan dilanjutkan kembali jumat besok, 05/07/2019

“Sampai tadi sore belum ketemu, dan besok pagi dilanjutkan kembali”kata Kepala Romy Kasi Penanggulangan Darurat BPBD Kutim mewakili Kepala BPBD Kutim Safrudin Syam (liku1/*)