Dibangun Pakai Dana Desa dan Aspirasi, Sumur Bor dan Bak Air Di Bukit Kayangan, Mangkrak

0
118
Darso Ketua RT 28 berdiri disamping Bak Air dan Sumur Bor yang mangkrak (Foto Adi Sagaria)

Liputankutim.com, SANGATTA –  Sebuah proyek bak air berukuran sekitar 3 meter kali tiga meter dengan tinggi sekitar tiga meter yang dibangun di RT 27 Desa Singa Gembara Keluran Teluk Lingga Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur Kaltim kondisinya mangkrak dan tak bisa digunakan warga sekitar.

Sumur Bor yang dibangun menggunakan dana desa (DD) tahun anggaran 2016-2017 mangkrak dan sampai sekarang belum bisa dinikmati warga, karena airnya belum mengalir sejak dibangun pertama kali.

“Progam sumur bor air dan pembangunan bak air ini memang menggunakan Dana Desa yang diperuntukkan untuk warga disini, namun sejak awal dibangun sampai sekarang belum dinikmati warga”kata Darso Ketua RT 28 kepada Liputankutim.com, Senin, 08/04/2019.

Menurut Darso, proyek sumur bor itu dananya dari dana desa (DD) sedangkan untuk proyek bak air itu dibangun dengan aspirasi anggota DPRD dari Partai Demokrat. Namun saat kedua proyek itu dibangun, Darso belum menjadi Ketua RT 28, namun dananya dari dana Desa dan aspirasi desa.

 Bak air ini tidak pernah terisi, karena sumur bornya tidak pernah keluar air sejak dibangun, jadi selama ini kosong terus, sedangkan sumur bor kalau dipompa menggunakan mesin, hanya beberapa ember saja sudah habis.

Herlina Warga RT 28 berharap proyek sumur bor dilanjutkan (Foto Adi Sagaria)

Sementara Herlina ibu rumah tangga yang tinggal disamping proyek sumur bor dan bak mengatakan, sejak dibangun tidak pernah digunakan, karena airnya tidak pernah keluar. Jadi apanya mau dipakai.

Padahal sumur ini sangat kami harapkan, karena selama ini kata Herlina, hanya mengandalkan air hujan, kalau tidak ada hujan ya tidak ada air, harus berjuang mencarinya.

“Harapan kami agar sumur bor ini bisa dilanjutkan lagi, dan bak air ini bisa diisi. Beruntung ada sumur gali bikinan sendiri dengan kedalaman dua potong gorong-gorong. Itulah yang kami gunakan sehari-hari”katanya.  (liku2)