DIPROTES LSM MELANGGAR HAM, DPRD KUTIM BATALKAN RAPERDA PERLINDUNGAN ANAK

0
88
Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangiran,SE ( Foto Adi Sagaria)


Liputankutim.com,SANGATTA – Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangiran mengatakan, pihak eksekutif dan legislatif telah merancang sebuah Raperda yang menyangkut tentang kesepilinan anak-anak, pengawasan anak.


Didalam draf raperda yang sudah digodok itu salah satu poinnya adalah mulai pukul 21.00 Wita tidak ada lagi anak-anak yang keluyuran diluar rumah atau wajib belajar dirumah.


“Reperdanya sudah digodok bersama Pemkab dan DPRD, ternyata ada reaksi dan kritiisi dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) memprotes bahwa itu pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Inilah menjadi dilema buat kita”kata Yulianus Palangiran Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, saat ditemui liputankutim.com, diruang kerjanya, Selasa, 13/02/2019.


Karena Raperda itu dikritisi dan sorot oleh sejumlah LSM bahwa melanggar Hak Azasi Manusia ( HAM),sehingga inilah yang menjadi persoalan bagi kami. Niat kita untuk membuat perda perlindungan anak, tapi oleh LSM dianggap menalggar HAM.

Ditegaskan Yulianus,bahwa pada dasarnya Pemkab dan DPRD Kutim ingin membuat Perda demi untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinilai cukup tinggi.


Dan bagi kami perlunya ada Perda itu karena tingginya obat-obatan yang merusak anak-anak generasi. Awalnya mereka hanya coba-coba kemudian lama -lama beralih ke sabu-sabu.


“Ini sangat tinggi resikonya dan inilah pentignya ada perda yang mengatur kesiplinan anak, tepi banyak yang tidak setuju. Itulah makanya dihentikan”katanya (ADV/liku1)