Ditertibkan Satpol PP Kutim, Pedagang Buah Di Sangatta Marah-Marah. Tanah Ini Saya Beli

0
253

Liputankutim.com, Sangatta –  Tim gabungan Satpol PP Kutim dan petugas dari kantor Kecamatan Sangatta utara yang melakukan penertiban bangunan yang berada diatas badan jalan, mendapat reaksi pedagang buah yang berada disimpang tiga jalan Yos Sudarso II dan Pinang Dalam, Selasa, 05/08/2019.

Eko, salah satu pedagang buah durian yang tempatnya berjualan setiap hari disuruh mengosongkan rumah tempatnya berjualan, karena dianggap tidak mematuhi peraturan daerah (Perda) tentang ketertiban umum.

Bahkan Eko yang merupakan juragannya itu menyalahkan petugas Satpol PP karena tidak memberi tahukan lebih dulu sebelum rumahnya disuruh mengosongkan rumahnya dan tidak bolehkan lagi berjualan disekitarnya.

 “Bagus sih bagus bos, tapi kenapa tidak dari dulu kami dilarang. Kita kan modal pinjaman ke bank untuk modal, sekarang dihancurin lagi. Apa untuk bayar angsuran”kata Eko marah-marah usai disuruh petugas Satpol membongkar tempat jualannya.

Eko pedagang pemilik bangunan marah-marah disuruh Sartpol PP Bongkar bangunannya yang menyalahi Perda

Masih dengan nada tinggi dan marah-marah, Eko mengatakan, tanah tempatnya berjualan itu dibeli dan dibangun rumah untuk berjualan mencari rejeki, bukannya gratis. Kenapa baru sekarang disuruh bongkar, ga dari dulu.

“Harusnya ditulis disekitar sini dilarang bangun, jadi kita tau duluan. Ini sudah jadi begini baru suruh bongkar, sedangkan kita cari makan disini”ujar Eko yang mengaku beberapa penjual buah durian dan buah-buahan anak buahnya.

“Ini kan rata-rata anak buah sesama pedagang, jadi kalau yang disakiti kita ikut sakit”jelas Eko sambil menghisap rokok merek Gudang garam didampingi beberapa anak buahnya.

Sementara salah satu ibu-ibu pemilik usaha buah tidak bersedia  memberikan keterangan terkait penertiban yang dilakukan satpol PP dan petugas Kantor Kecamatan Sangatta Utara.

“ Ah jangan jangan, saya tidak mau difoto, jangan foto saya”kata ibu yang datang mengenakan [akaian serba orange menggunakan sebuah mobil ditemani anaknya.

Sebelumnya Satpol PP dibawah pimpinan Syamsul Alam dan Zainal Abidin, sekitar pukul 11.00 wita bersama petugas Kantor Camat Sangatta utara mendatangi tiga unit bangunan milik pedagang buah durian dan buah yang berdiri diatas trotoar yang dilarang berdasarkan Peraturan Daerah ( Perda) Kutim.

Menurut Syamsul Alam hari ini tiga bangunan kami tertibkan dan suruh dibongkar oleh pemiliknya karena melanggar Perda Kutim Nomor 03 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum.

“Kita sudah berikan waktu tiga hari untuk bongkar tetapi belum dilakukan. Kalau besok belum dibongkar, maka kami akan turunkan tim  untuk membongkarnya”kata syamsul Alam didampingi Zainal Abidin diselah-selah mendata pemilik bangunan.(liku2/*)

Bagi warga kota Sangatta Kutai Timur, penikmati buah, sudah pasti tau betul tempat-tempat pedagang buah berjualan disejumlah tempat. Salah satunya yang berlokasi disimpang tiga jalan Yos Surarso II – Pinang Raya, Sangatta Utara