Ditetapkan Status KLB COVID-19, Bupati Kutai Timur Ismunandar Instruksikan Pembagian Sembako.

0
199
Bupati Kutai Timur Ir.H.Ismunandar,MT menginstrusikan kepada Kepala dinas Sosial untuk menyiapkan paket sembako untuk warga miskin. hal itu dilakukan guna meringankan benas mereka akibat dampak dari virus corona atau Covid-19.(FOTO :Adi Sagaria)

 


SANGATTA ( LIPUTAN KUTIM ) – Bupati Kutai Timur Ismunandar menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya, dan menginstruksikan Kepala Dinas Sosial menyiapkan paket sembako bantuan sosial untuk masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Sosial Jamiatulkhair Daik, instruksi Bupati Ismunandar tersebut agar menyiapkan paket sembako, untuk dibagikan kepada masyarakat, usai rapat koordinasi yang membahas Bantuan Sosial Pemkab Kutim menghadapi dampak virus corona atau Covid-19.
Dan dari instruksi bupati kemudian Kadis Sosial menindak lanjuti dengan mengirim surat kepada camat di 18 Kecamatan untuk permintaan menyiapkan data penerima paket bantuan sosial

“Tapi tidak semua masyarakat mendapatkan paket sembako ini. Hanya masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)”kata Kadis Sosial Jamiatul Daik melalui Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana dan Pemukiman, Moh.Hasbi, Sabtu, 28/03/2020.

Dijelaskan Moh Hasbi,yang mendapatkan atau menerima bantuan paket miskin Covid-19 ini, adalah warga yang belum pernah menerima bantuan PKH dan BPNT (program sembako) yaituh nelayan, petani, tukang sol sepatu, penjual bakso/ pentol.

Kemudian pedagang kaki lima, pedagang keliling, kuli bangunan, penjual sayur dan kelompok miskin lainnya yang tidak memiliki penghasilan akibat dampak virus.

Untuk mereka yang akan menerima paket batuan Virus Corna ini, harus memiliki data diri,Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK).

“Penerima wajib memiliki identitas KTP dan KK, difoto copy dan nantinya penyerahan paketnya, akan melalui ketua RT”kata Hasbi.

Hingga hari ini, kata Moh Hasbi sudah ada lima ribu lebih foto copy Kartua Tanda Penduduk (KTP dan Kartu keluarga (KK) yang masuk, namun sepertinya akan bertambah. Tapi kami tetap menerima data dari kecamatan dan Ketua RT .

“Sebab pembagiannya nanti akan dilaksanakan di Kantor Desa dengan dihadiri ketua RT masing-masing”katanya (adv/kominfo/liku1/*)