DPRD Kutim Berharap Swasta Bisa Bantu Perbaiki Jalan Rusak Ke Busang

0
59
Siang Geah (baju merah) dan Yosef Udau (baju putih) keduanya anggota DPRD Kutim daerah pemilihan 3 terus memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili untuk memajukan wilayahnya didelapan kecamatan, yakni Kecamatan Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, Long Masengat, Busang dan Muara Bengkal serta Muara Ancalong. Foto Adi Sagaria)


Liputankutim.com, SANGATTA –  Anggota DPRD Kutim Yosef Udah dan Siang Geah menyebutkan kondisi infrastruktur jalan ke Kecamatan Busang saat ini masih tertinggal jauh dibandingkan dengan beberapa desa lain di Kutim.

Menurut Yosef Udau anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kondisi jalan saat ini karena cuaca panas masih lumayan bisa lancar karena tidak licin.

Namun jika musim hujan sangat sulit warga lewat dengan mobil roda empat apalagi kendaraan roda dua. Kalau mobil dobel bisa lewat, tapi mobil bukan dobel bisa terjebak bahkan tidak bisa lewat sama sekali.

 “Warga berharap  pemkab dan pihak swasta bisa segera diperbaiki, sebab sebentar lagi akan ada acara Musyawarah Besar (Mubes) lintas gereja-gereja, supaya peserta Mubes dari berbagai gereja di Kutim tidak ada hambatan dijalan”kata Yosef Udau dihubungi, Sabtu,16/02/2019.

Ditambahkan Yosef Udah anggota DPRD Kutim kelahiran 16 Maret 1979 di Desa Gemar Baru Kecamatan Muara Ancalong, kalau saat ini cuaca panas masih bagus saja, tapi kalau hujan sangat sulit. Kalau mobil kecil tidak mampu lewat, kecuali mobil dobel gardan.

“Harapan warga perusahaan bisa membantu pemerintah memperbaiki jalan-jalan yang rusak menuju mekar baru”kata Yosef Udau anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN).

 Hal sama juga dikatakan Siang Geah, bahwa kondisi jalan yang masih belum baik tidak selain di desa Mekar Baru juga dibeberapa desa di Busang dan sekitarnya.

Menurut Siang Geah anggota DPRD Kutim dari Fraksi PDI Perjuangan ini, pihak perusahaan yang ada didaerah sekitar sebaiknya membantu pemerintah memperbaiki jalan rusak dan banyak berlubang.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit kan bisa berpartisipasi membantu warga masyarakat agar jalannya tidak terus menerus seperti sekarang ini.

Apalagi kata dia, Mubes antar gereja akan berlangsung di desa Mekar baru, jadi masih ada waktu untuk memperbaikinya”katanya(ADV/liku1)