DPRD Kutim Soroti Drainase Kota Sangatta, Tempat Nyamuk Bersarang Sebabkan DBD Tinggi

0
81

Liputankutim.com, SANGATTA – Penataan drainase dalam ibukota di Sangatta yang dinilai kurang bagus menjadi sorotan sejumlah anggota DPRD  Kabupaten Kutai Timur.

 Bahkan para wakil rakyat ini menuding penyebab tingginya kasus Deman Berdarah ( DBD) dimasyarakat diakibatkan dari drainasi yang menjadi tempat nyamuk bersarang dan berkembang biak.

“Ini kan drainase yang dibangun Pemkab kurang baik,sehingga menjadi sarang nyamuk berkembang biak”kata H. Bahrudin anggota DPRD Fraksi Nurasi Amanat Persatuan ( NAP) di Sangatta, Minggu, 03/03/2019.

Menurut H. Bahrudin yang akrab disapa “Abah Kaca” ini drainase didalam kota sangatta sejak dibangun kan tidak pernah dibersihkan. Jadi kita tidak mengetahui didalamnya itu seperti apa.

Hal sama juga dikatakan H. Sobirin Bagus terkait angka DBD yang tinggi menyerang warga Kutim khususnya di Kota Sangatta ini.

Menurut H Sobirin Bagus dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) ini, drainase kota Sangatta tidak bagus, airnya tidak mengalir, jadi air yang berasal dari gang-gang pemukiman warga hanya berpitar-putar saja tapi tidak mengalir.

Karena airnya hanya berputar – putar tidak mengalir, makanya nyamuk-nyamuk senang bersarang dan tentu saja akan memunculkan bibit-bibit nyamuk atau yang disebut jentik-jentuk.

“itu dirumah saya saja airnya tidak mengalir, jadi air parit dari belakang rumah dan rumah warga semuanya numpuk didekat rumah saya”kata Sobirin Bagus kepada redaksi liputankutim.com, Sabtu, 02/03/2019.

Sobirin Bagus menyarankan agar Pemkab khususnya dinas terkait agar melakukan pengerukan dan pembersihan parit-parit, agar airnya mengalir ke sungai.

Kalau airnya mengalir maka tentu saja kawasan kota jadi bersih dan nyamuk tidak bersarang. Warganya pun akan hidup sehat tanpa ada nyamuk.(ADV/liku1/*)