Dua Anggota DPRD Kutim Temui Menteri LHK Di Jakarta

0
110
FOTO Bersama diruang Kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ( dua dari kanan). Lukas Himuq ( kanan) Indrah Bengeh ( kiri pegang buku) Siang Geah ( dua dari kanan dan Harpandi (tengah). Foto dok/ist


liputankutim.com, SANGATTA – Dua anggota DPRD Kutai Timur, Siang Geah dan Harpandi menemui Menteri Siti Nurbayah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jl. DI.Panjaitan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, untuk menyampaikan kondisi dan permasalahan hutan adat Wehea Muara Wahau, pada 31 Januari 2019.


Menurut Siang Geah saat bertemu Menteri LHK Siti Nurbaya saya sampaikan bahwa hutan-hutan yang masih lestarikan supaya dibantu biaya operasionalnya dan biaya penjagaan.


“Kami usulkan biaya operasional dan gaji penjaga termasuk infrastruktur “kata Siang Geah diruang kerjanya, Kamis, 14/02/2019.


Kami sampaikan kondisi hutan Wehea ini kan di peliharan secara temurun oleh Adat Dayak Wehea. Bahkan pernah mendapatkan penghargaan luar dari berbagai pihak termasuk Kalpatarau dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan penghargaan lainnya.


Dalam pertemuan itu, Menteri Siti Nurbaya yang didampingi empat Dirjen ini berjanji akan memenuhi usulan ini, namun harus melalui proses, karena anggaran itu kan ada proses.


Nah hanya saja langkah-langkah jangka pendek inilah yang akan dirumuskan oleh Menteri , apakah bisa melakukan kerjasama dengan pihak – pihak ketiga untuk ikut serta memberikan bantuan.


Hutan Wehea dengan luas 38.000 terancam rusak dan punah jika tidak ada penjaga yang setiap hari melakukan patrolis. Huta wehea juga jadi rumah orangutan ini.


Bahkan menjadi habitat sekitar 61 jenis mamalia termasuk orangutan, 114 jenis burung, 12 hewan pengerat, 9 jenis primata, dan 59 jenis pohon bernilai ekonomi.


Selain Siang Geah dan Harpandi yang bertemu Menteri Siti Nurbaya juga ikut tokoh Dayak lainnya, yakni Ladjie Taq (Kepala Lembaga Adat Besar Suku Wehea Desa Nehes Liah Bing, Lukas Himuq dan Indra Bengeh.(ADV/liku)