Dua Kader Golkar Maju Pilkada Kutim 2020. Marsidik: Siapa Diusung Menunggu Hasil Survey DPP Partai

0
138


Liputankutim.com, Sangatta – Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Marsidik Mansur mengatakan, DPD Partai Golkar Kutai Timur memiliki dua nama kader terbaik saat ini.


Menurut Marsidik Mansur, kedua kader terbaik yang dimiliki Golkar Kutim saat ini yakni H.Mahyunadi dan Ketua DPD Partai Golkar H. Kasmidi Bulang.


Hal itu dikatakan Marsidik Mansur saat mendampingi bupati petahanan Ismunandar mendaftar ke DPC Partai Nasdem Kutim di Sanngatta, 22/09/2019.


Saat ditanya alasan mendampingi Ismunandar mendaftar ke Partai Nasdem, Sidik panggilan Marsidik Mansur mengatakan, dirinya datang untuk melihat proses penjaringan Parpol.


“Hari ini saya ikut mengantar pak Ismunandar untuk melihat proses pendaftaran di Nasdem”kata Sidik yang anggota DPRD Kutim Fraksi Golkar.


Ditanya apakah Ismunandar dengan Kasmidi Bulang akan kembali berpasangan pada Pilkada Kutim 2020 mendatang. Sidik mengatakan itu kembali kepada masing-masing beliau.


“Kalau pak Ismu merasa cocok dengan Kasmidi ya lanjut, tapi kalau merasa tidak cocok lagi ya pecah koalisi”tegas Sidik


Saat ditanya sejauh ini, bagaimana partai golkar melihat kadernya, Marsidik kembali mengatakan ada dua kandidat kuat kader Partai Golkar yakni Mahyunadi dan Ketua DPD Golkar saat ini Kasmidi Bulang.


Ia mengatakan untuk menentukan siapa yang nantinya akan diusung Partai Golkar, tentunya oleh DPP Golongan Karya ( Golkar). Namun nantinya akan mengacu pada hasil survey, jadi siapa yang akan unggul dalam hasil survey itulah yang akan diusung.


Sementara hasil sementara masih proses. Insyah Allah oktober ini akan keluar hasil surveynya.


Mahyunadi kata Sidik sudah mendaftar ke PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, dalam waktu dekat juga akan mendaftar kesini Partai Nasdem dan PPP.


Saat didesak apakah Ismunandar dan Kasmidi tetap bersatu, Sidik panggilan Marsidik Insyah Allah. Didesak lagi bagaimana dengan Mahyunadi yang telah mendaftar.


Mahyunadi kata Sidik tidak akan maju sebagai calon bupati, namun belum punya perahu. Sehingga kalau demikian ada dua pilihan, yaituh bisa berpasangan dengan Ismunandar dan atau bisa bergandeng dengan H Kinzu alias haji Lulu.


“Sejauh ini belum ada komunikasi antara Mahyunadi dengan Ismunandar, begitu juga dengan H Kinzu belum ada komunikasi. Ini semata-mata menjaga hubungan dengan Kasmidi Bulang.


“Tetapi kalau pak Ismunandar yang mau menggandeng Mahyunadi sebagai calon wakil bupati, itu lain lagi ceritanya”kata Sidik (liku/*)