Faisal Rachman, Ketua Komisi B DPRD Kutim: Perkebunan Kelapa Sawit Ini Berkah atau Bencana?

0
98
Faisal Rachman Ketua Komisi B DPRD Kutim. (FOTO:Adi Sagaria).

 

Sangatta,22/11/2019, ( Liputankutim.com)- Ketua Komisi DPRD Kutai Timur Faisal Rachman menyebutkan, keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit sejak awal berdirinya Kutai Timur tahun 1999 sampai sekarang tidak memberikan dampak terhadap pembangunn di Kutai Timur.

Politisi PDI Perjuangan asal Kaliorang menegaskan, sampai saat ini, perusahaan perkebunan kelapa sawit di kutai timur memiliki luas 500 ribu hektare, tetapi hanya menyumbangkan kontribusi ke APBD Kutai Timur sebesar Rp38 miliar per tahun.

“Jadi jangan kira perusahaan kelapa sawit beroperasi disini sudah memberikan kontribusi besar, tidak ada pak.Bahkan setahun hanya memberikan Rp38 miliar ke APBD Kutai Timur”kata Faisal Rachman anggota DPRD asal Dapil 3 ini, saat hearing dengan perwakilan perusahaan swit, forum petani sawit dan dinas perkebunan kutim, Selasa,19/11/2019.

Ditambahkan, kontribusi Rp38 miliar pertahun itu tidak berbanding dengan kerusakan jalan – jalan masyarakat didesa-desa akibat digunakan mengankut angkutan TBS dan CPO setiap hari.

Kecilnya kontribusi sektor perkebunan sawit ke Kutim, karena tidak adanya undang-undang yang mengatur bagi hasil CPO, semua diatur pemerintah pusat. Sehingga yang didapat kutim sebesar Rp38 miliar itu hanya berasal dari pajak bumi bangunan (PBB) perkebunan sawit bukan CPO.

Faisal Rachamn juga mempermasalahkan ketenaga kerjaan dari sektor perkebunan kelapa sawit ini. Banyak sekali kami terima pengaduan ketenaga kerjaan di sektor perkebunan sawit.

“Karena tidak ada bagi hasil makanya saya katakan kehadiran perusahaan perkebunan sawit ini berkah atau bencana. di FB saya juga tulis seperti itu”tegas Faisal Rachman.

Faisal mengatakan, DPRD Kutim tidak anti investasi. Bapak-bapak datang investasi di Kutim kami sudah senang, kami sangat terbuka.(liku/2)