Gara-Gara Anggarannya Dipangkas Rp6 Miliar, Distan Kutim Batalkan Raperda LPB. Staf Patungan Dana Pribadi Rp30 Juta Ganti Biaya Kegiatan

0
193
Sugiono Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur. (FOTO: dok)

Liputankutim, Sangatta –  Defisit anggaran Pemkab Kutim yang terus terjadi, mengakibatkan kegiatan di Organiasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi terhambat, bahkan tidak berjalan sesuai dengan program yang telah disusun. Salah satu OPD yang terkena dampaknya adalah Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur, Sugiono mengatakan, lebih mengenaskan adalah rasionalisasi yang dilakukan dengan terpangkasnya anggaran Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim sebesar Rp6 miliar.

“Akibat dari rasionalisasi anggaran sebesar Rp6 miliar itu, menyebabkan tim yang menyusun usulan Rancangan Peraturan Daerah ( Raperda) Lahan Perlindungan Pangan Berkelanjutan kami hentikan. Rencana tinggal rencana pupus ditengah jalan”kata Sugiono kepada sejumlah Jurnalis di kantornya, Selasa, 25/06/2019.

Padahal kata dia, Peraturan Daerah  yang akan digarap itu, bertujuan untuk menjaga ketersediaan lahan pertanian sebagai upaya pengembangan budidaya Pertanian yang berkelanjutan. Kita melindungi keberadaan lahan yang memiliki potensi atau produktifitas dalam usaha pertanian, agar tidak berubah menjadi fungsi lain.

Dijelaskan Sugiono, terjadinya rasionalisasi anggaran yang besar itu, menyebabkan pula seluruh pembiayaan operasional hingga kegiatan pada Bidang-bidang di Distan terpaksa disusun ulang.

Sedangkan beberapa kegiatan yang terlanjur dilaksanakan, seperti melakukan pembelian peralatan senilai Rp 30 juta itu harus kami hapuskan.

Namun karena sudah terlanjur mengeluarkan dana untuk kegiatan, sehingga staf Bidang harus patungan mengumpulkan dana pribadi guna mengganti biaya yang sudah terjanjur dikeluarkan (liku/*)