Gubernur Isran Promosikan Ibu Kota Negara di Singapura

0
51
Gubernur Kaltim DR.H. Isran Noor menjadi pembicara pada 2019 World Bank – Asia Competitiveness Institute Annual Conference bertajuk “Urbanization Drive and Quality Adjusted Labour Contibutions to GDP” yang dilaksanakan di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, Singapura, Selasa (19/11/2019). (FOTO: Biro Humas Setdaprov Kaltim)

Liputankutim.com, Singapura- Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor mempromosikan Ibu Kota Negara (IKN) saat menjadi narasumber pada 2019 World Bank – Asia Competitiveness Institute Annual Conference bertajuk “Urbanization Drive and Quality Adjusted Labour Contibutions to GDP” yang dilaksanakan di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, Singapura, Selasa (19/11/2019).

Siaran Pers Biro Humas Setda Prov Kaltim yang diterima Redaksi Liputankutim.com, selasa, siang mengatakan, penunjukan Kaltim sebagai lokasi ibu kota negara baru Indonesia menjadi salah satu poin promosi Gubernur Isran Noor. Di depan para pengusaha Singapura, Isran meyakinkan dampak besar yang akan terjadi terhadap pembangunan Kalimantan Timur pasca penetapan ini.

Gubernur Kaltim DR.H.Isran Noor (baju batik kuning tengah) berfoto bersama para delegasi 2019 World Bank – Asia Competitiveness Institute Annual Conference bertajuk “Urbanization Drive and Quality Adjusted Labour Contibutions to GDP” yang dilaksanakan di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, Singapura, Selasa (19/11/2019).(FOTO: Biro Humas Setdaprov Kaltim)

“Berdasarkan hasil analisis berbagai pihak, penunjukan Kaltim sebagai ibu kota negara diyakini membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi meningkat, terutama didorong oleh investasi dan konsumsi,” sebut Isran dalam narasi berbahasa Inggris.

Analisis awalnya, setiap tambahan investasi sebesar 1% akan meningkatkan pembangunan ekonomi Kaltim sebesar 0,15%. Selanjutnya, dalam jangka menengah dan panjang, pembangunan ekonomi Kaltim akan menjadi stabil dengan dukungan dari sektor konstruksi, jasa, dan manufaktur.

Hal penting lainnya adalah bahwa struktur ekonomi Kalimantan Timur akan menjadi lebih seimbang dengan percepatan dari industri pengolahan dan jasa untuk mendukung kebutuhan ibu kota negara. Kaltim juga telah menyiapkan 8 kawasan strategis provinsi untuk menopang rencana itu.

Keuntungan lain bagi Kaltim dari rencana relokasi ibu kota ini adalah peningkatan kesempatan kerja, di mana Pemprov Kaltim akan mendorong dan memfasilitasi masyarakat Kaltim untuk memanfaatkan peluang-peluang ini.

“Saya juga yakin angka kemiskinan akan berkurang menyusul bertambahnya perhatian terhadap pendanaan untuk pengentasan kemiskinan,” imbuhnya.

Gubernur Isran juga tegas berpendapat tentang komitmen Kaltim untuk tidak merusak hutan meski negara harus membangun ibu kota baru. Demikian pun soal pelestarian seni dan budaya lokal.

“Para pengusaha Singapura kami undang ke Kaltim, pintu kami terbuka sangat lebar. Mari berinvestasi ke Kaltim,” seru Isran berpromosi.

Pembicara lain yang hadir dalam acara ini adalah Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dan Wakil Direktur Pengembangan dan Pengendalian Manajemen, Sekretariat Dewan Nasional Zona Ekonomi Khusus Kementerian Koordinator Perekonomian Bambang Widjanarko. Sehari sebelumnya, Menristek Bambang Brodjonegoro juga hadi menjadi Guest of Honour. (sul/liku/ADV)