Hasil Panen Semangka Melimpah Tapi Akses Jalan Jadi Kendala Pemasaran

0
264
Edi Jujung saat memperlihatkan Hasil Panen Semangka Dilahan Miliknya Di Tepian Baru Km110, Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur.(poto Ivn. 18/04)

Sangatta, Liputan Kutim.com – Kutai Timur tepatnya di Tepian Baru 110, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur Salah satu petani berhasil memanen semangka dalam jumlah yang sangat besar dan bisa raup keuntungan mencapai 200 juta tiap kali panen.

Hasil Panen Semangka Edi Jujung Yang Menumpuk Di lahan Kebun Miliknya

Edi Suprianto atau yang biasa dipanggil Junjung Mengungkapkan , Mulai menggeluti dunia pertanian dua tahun terakhir dilahan seluas 2 hektar miliknya, Hanya membutuhkan sekitar 3 bulan untuk mulai menanam sampai masa panen. Tutur Edi

“Dalam waktu 3 bulan tersebut, Buah semangka bisa panen 1 kali dengan luas tanah untuk menanam sekitar 2 hektar di tanah miliknya, Pada saat sekarang ini buah semangka dengan kualitas terbaik dia  bisa dijual dengan harga Rp 5.000/kg, Hanya saja”

Edi  juga mengungkapkan, Ketika mulai bercocok tanam sampai Panen ini, Memang memerlukan modal tidak sedikitnya Rp 30 juta hingga Rp 50  juta, Dan alhamdulillah sekaran saya bisa panen semangka menghasilkan buah semangkamencapai 40 sampai 45  ton pada saat ini, Tuturnya.

“Kesulitan menanam semangka tergantung pada cuaca, ‘Akan tetapi berkat kerja keras bagaimana panen kami bisa berhasil cuaca bukan jadi gendala’,ucap Junjung petani semangka yang berhasil ditemui Liputan Kutim.com (18/04/21)

Lanjutnya, Dalam pemasaran semangkanya banyak tengkulak dari luar Kutim yang datang untuk membeli hasil panen miliknya “Selain dari Sangatta, ada yang dari Bontang, Samarinda dan juga Berau. Mungkin lebih hemat ongkos pengiriman ketimbang dari luar Kalimantan,” Tuturnya.

Akan tetapi pada saat ini jalan akses masuk menuju ke ladangnya saat turun hujan seperti saat ini, menjadi masalah baru. Hanya mobil double yang bisa masuk

Untuk diketahui, jalan tersebut merupakan jalan pintas terdekat dari Kecamatan Bengalon khususnya Tepian Baru ke Kecamatan Rantau Pulung

Saat melalui jalan tersebut, waktu yang ditempuh hanya 10 menit. Sedangkan jika melalui jalan yang selama ini dipakai lalu lalang kendaraan besar, bisa memakan waktu 30 menit

Edi berharap, pemerintah bisa membantu petani untuk memperbaiki jalan masuk agar hasil panen masyarakat bisa segera tersalurkan ke pedagang

“Harapan kita sebagai petani, pemerintah bisa mendengar keluhan kami supaya hasil panen bisa langsung keluar dari kebun dan tidak menumpuk seperti saat ini,” ujarnya

Mudahan dengan datangnya para Awak media kesini, Bisa segera di dengar oleh instansi terkait untuk perbaikan jalan akses ini, minimal pengerasan.Ungkapnya (IVN/Liku1/*)