Inilah Kondisi Kakak Beradik Yatim dan Cacat, Tinggal Di Sangatta Kaltim, Butuh Uluran Tangan.

0
357
Begini kondisi Syamsu Rizal (19) tahun dan Ridho Abdillah (17) dengan dirawat oleh ibunya Masudah ( jilbab hijau) dirumahnya di Jalan P Ponegoro RT 10 Gang Riang, Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur Kaltim (FOTO: Adi Sagaria/Liputankutim.com)

Liputankutim.com, Sangatta –    Syamsu Rizal (19) tahun dan Ridho Abdillah  (17) tahun kakak beradik, warga Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. K

Dalam keseharian keduanya hanya bisa berbaring tak mampu duduk diruang keluarga, menjalani hidup bersama ibu dan bibinya, disebuah rumah sederhana di Jalan Pangeran Diponegoro RT 10 Gang Riang, sekitar 100 meter dari simpang empat Jalan APT Pranoto dan Jalan  Jenderal Sudirman.

Inilah kondisi Syamsu dan Ridho kaka beradik yang menderita penyakit Inpeksi Saluran Otak dan membutuhkan uluran tangan. (FOTO:Adi Sagaria/liputankutim.com)

“Selama sepuluh tahun lebih kondisi anak saya seperti ini. Saya tidak punya uang untuk biaya berobat anak saya”kata Masudah ibu dari Syamsu Rizal dan Ridho Abdillah saat ditemui liputankutim.com dirumahnya, Sabtu,12/07/2019

Menurut Masudah kedua anaknya sudah menderita sakit sejak kecil. Kakaknya yang bernama Syamsul Rizal itu mengalami sakit sejak usia 1 tahun dan adiknya Ridho Abdillah mulai sakit sejak umur 7 bulan.

Ia mengatakan, awalnya anaknya menderita sakit panas demam tinggi, kemudian kejang-kejang dan akhirnya seperti ini sampai sekarang. Usaha untuk menyembuhkan kedua putera kesayangannya itui telah dilakukannya dengan berbagai cara dan usaha.

Sudah pernah saya bawah berobat ke rumah sakit di Sangatta, rumah sakit di Bontang dan ke rumah sakit di Balikpapan, juga sudah diterapi, tapi belum ada perubahan.

“Kata dokter anak saya menderita penyakit Infeksi Selaput Otak, jadi biarpun sembuh keadaannya akan tetap seperti ini. Sehingga disarankan untuk menjalani terapi saja”kata Masudah.

Namun kata dia, untuk alat terapi hanya ada di balik papan, dan itu butuh biaya banyak karena anak saya dua dan itu biaya besar. Pengobatan terapi, biaya kendaraan bolak balik hingga biaya hidup disana

Dikatakan, dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk membiayai kedua anaknya yang sakit. Pasalnya dengan tujuh anaknya itu tiga masih kecil-kecil, sedangkan ayahnya sudah meninggal satu tahun lalu.

“Jadi anak saya ini yatim, ayahnya sudah meninggal setahun lalu. Adiknya Syamsu dan Ridho masih ada yang kecil”katanya.

Sementara usaha untuk biaya sehari-harinya hanya membuat ke kue arem-arem bersama kakaknya kemudian dititipkan diwarung tidak jauh dari rumahnya dengan harga Rp1.800 per biji.

Masudah juga berharap agar aga donator yang membantu dirinya dan kedua anaknya yang sakit, sedangkan tiga anaknya yang masih kecil saat ini dititipkan disebuah Panti Asuhan di Balikpapan dan seorang lagi masih kuliah di Jakarta.

“Saya berharap ada yang membantu kami, karena butuh biaya untuk berobat anak saya dan biaya hidup sehari-hari”kata nya (liku/*)