Investasi Pabrik Semen Timbulkan Masalah, HMI Cabang Sangatta Ingin Ketegasan Pemkab Kutim

0
228
Ashan Putra ( Ketua HMI Cab. Sangatta

SANGATTA – Berdasarkan rapat hearing DPRD Kutai Timur pada Kamis 21 Januari lalu, terungkap bahwa investasi perusahaan pabrik semen Kobexcindo sudah memulai aktivitasnya terutama dalam pembukaan lahan, namun yang menjadi permasalahannya adalah aspek terkait perusahaan tersebut telah memperkerjakan 24 tenaga kerja asing ( TKA ) asal China.

Dengan adanya permasalahan TKA tersebut mengundang respon banyak pihak termasuk respon dari organisasi kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam cabang Sangatta. Menurut Ketua HMI cabang Sangatta, Ashan Putra, seharusnya masuknya investasi pabrik semen tersebut bisa menjadi ajang ketegasan dari pemkab Kutai Timur sehingga bisa memberdayakan tenaga kerja lokal dari Kutai Timur khususnya masyarakat di lingkungan sekitar pabrik semen.

” Kami dari HMI cabang Sangatta beranggapan pemkab Kutai Timur harus tegas terutama dalam hal ketenagakerjaan, mengingat ada perda yang mengatur tentang retribusi perpanjangan izin memperkerjakan tenaga kerja asing, yaitu PERDA NO 6 TAHUN 2016 tentang retribusi perpanjangan izin memperkerjakan tenaga kerja asing, tentu kami tidak ingin tenaga kerja lokal tersisih dan menjadi penonton di daerah sendiri,” Jelas Putra, Ketua HMI cabang Sangatta ( 24/1).

Putra juga beranggapan perlu kebijakan sistematis yang bisa merangkul semua aspek sosial ekonomi dari semua element masyarakat Kutai Timur,terutama dengan unsur legislatif, sehingga pengawasan kepada TKA bisa lebih di perketat sesuai aturan yang berlaku di daerah maupun nasional.

” Pengawasan TKA pada pabrik semen Kobexcindo sangat diperlukan dari pemkab Kutai Timur,apalagi kan adanya TKA ini bisa menjadi keuntungan bagi daerah Kutim yang bisa menjadi sumber PAD di saat Pemkab Kutim masih terlilit hutang,meski tidak seberapa tetapi bisa meringankan beban hutang pemkab Kutim, atau adanya TKA ini bisa menjadi kerugian bagi Kutim terlebih jika pemkab Kutim tidak tegas dalam hal ini, sehingga tersisih lah masyarakat lokal. Maka dari itu perlu semua element dan pihak untuk duduk bersama, terlebih eksekutif dan legislatif sebagai perwakilan yang di pilih masyarakat bisa bersama mengeluarkan kebijakan yang pro masyarakat terkait pabrik semen ini,” jelas Putra.

Berdasarkan PERDA No 6 Tahun 2016 Tentang Retribusi Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing,bagian kelima tentang struktur dan besarnya tarif retribusi pasal 8,poin kedua di jelaskan bahwasanya besaran tarif retribusi perpanjangan IMTA ( Izin Memperkerjakan Tenaga Asing ) di tetapkan berdasarkan tingkat penggunaan jasa sebesar USD 100 per orang per bulan.(Ivan/liku1/*)