Kajari Kutim Tahan PPK Dinas PU dan Kontraktor, Kasus Proyek Sumur Bor di Bengalon Tahun 2019

0
1464
Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Timur Kaltim Hendryadi W Putro (tengah) didampingi Wasita Triantara Kasi Pidsus dan Arga Indra Wirawan Jaksa Penyidik menggelar Konfensi Pers Penahanan dua tersangka dalam kasus proyek sumur bor di Bengalon Tahun 2019 berlangsung di AULA Kejari, Rabu,14/04/2021 (FOTO:Adi Sagaria)

 

Sangatta, Liputankutim.com, – Kejaksaan Negeri ( Kejari) Kutai Timur, Kaltim menetapkan dan menahan dua orang sebagai tersangka dalam kasus proyek pekerjaan Sumur Bor di Kecamatan Bengalon tahun 2019

Penetapan kedua tersangka itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Kutim Hendriyadi W Putro melalui Konfrensi Pers di Aula Kajari di pusat perkantoran Bukit Pelangi, Rabu, 14/04/2021

” Dua orang menjadi tersangka dan ditahan dalam proyek sumur Bor di Bengalon dan di Desa Tepian Indah berinisial RR pejabat pembuat komitmen ( PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum Kutim dan RA sebagai kontraktor” Kata Kepala Kejaksaan Negeri Kutim Hendryadi W Putro

Saat menggelar Konfrensi Pers, Kajari Kutim Hendryadi W Putro didampingi Wasita Triantara Kasi Pidsus dan Arga Indra Wirawan Jaksa Penyidik menjelaskan, kasus yang menyeret tersangka yakni pembuatan sumur bor dibeberapa lokasi di Desa Muara Bengalon dan Desa Tepian Indah Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur
Ada tiga lokasi proyek pembuatan sumur yang didanai Bantuan Keuangan Provinsi Kaltim Tahun Anggaran Perubahan 2019, masing-masing di desa Muara Bengalon, Desa Tepian Indah SD 011 dan RT 09

“Anggaran pembuatan satu unit sumur bor itu senilai Rp161.541.108 yang bersumber dari bantuan keuangan provinsi kaltim ( Bankeu) tahun anggaran perubahan ( APBD-P) Tahun 2019″katanya

Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) kerugian yang ditimbulkan dari tidak sesuainya kegiatan itu sebesar Rp268.380.250.
“Proyek sumur itu memang dilaksanakan dan selesai, namun ada kerugian negara karena tidak sesuai dengan spek berdasarkan hasil perhitungan BPKP kaltim”kata Kajari yang baru bertugas di Kutim

Usai diperiksa kedua tersangka digiring masuk sebuah mobil jenis Kijang berwarna hitam bernomor polisi KT 1554 R untuk selanjutnya diantar ke Mapolres Kutim untuk ditahan selama 20 hari kedepan.(liku1/*)