Kapolsek IPTU.Slamet Riyadi Tegaskan Pembawa Senjata Api dan Peluru Tajam Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

0
89
Kapolsek IPTU Slamet Riyadi ,SH. FOTO :Adi Sagaria

LiputanKutim.com, SANGATTA – Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Slamet Riyadi menegaskan agar warga tidak bermain-main gagah-gagahan membawa senjata api apalagi kalau tidak memiliki izin resmi. Seperti yang dilakukan salah satu warga bernisial “J” yang ditangkap membawa senjata api dan peluruh tajam 10 butir kaliber 5.56 di Folder Maulana, Teluk Lingga Sangatta Utara, Sabtu, malam minggu,12/01/2019.

“Ini senjata api dan peluruh tajam kaliber 5.56 sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga bagi yang membawa apalagi tidak disertai dengan ijin resmi”kata Kaposlek Sangatta Utara Iptu Slamet Riyadi, saat ditemui diruang kerjanya, Senin, 14/01/2019.

Tersangkan J yang saat ini telah ditahan diruang tahanan Polsek Sangata Utara harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena menurut Kapolsek Iptu. Slamet Riyadi, tersangka melanggar Undang-Undang kepemilikan senjata dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Saya tegaskan tersangka J melanggar Undang-Undang Kepemilikan Sentaja Api dan Peluru tajam tanpa memiliki surat ijin resmi, dia diancam hukuman 20 tahun penjara”kata Kapolsek menambahkan

Sebelumnya menurut Kapolsek Sangatta Utara Iptu Slamet Riyadi memimpin kegiatan rutin operasi dan nrazia setiap malam minggu, yakni operasi dan razia dalam rangka untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Sasaran kami adalah folder Maulana, karena lokasi ini cukup strategis dan memang menjadi tempat warga untuk kumpul – kumpul bersantai. Saat tiba dilokasi kita melihat salah satu warga berjenis laki-laki agak mencurigakan.

Karena curiga lalu anggota mendekati dan bertanya, karena mencurigakan sehingga kami periksa tas ransel yang ada disampingnya. Ternyata ketika anggota geledah ditemukan benda berupa senjata api rakitan dan peluru tajam kaliber 5.56. Selain itu kita juga temukan parang dan lem didalam tas ranselnya berwana abu-abu.

Saya perintahkan anggota untuk segera membawa ke kapolsek untuk diproses secara hukum. Karena kita juga masih melakukan penyelidikan apakah senjata dan peluru ini didapatkan darimana.

“Kita akan terus selidiki dari mana asalnya senjata dan peluru ini. Tunggu saja akan kita sampaikan setelah semuanya jelas”katanya. (*)