Kerja Dirumah, Pemkab Kutim Pastikan Tak Ada Pemotongan Hak Pegawai

0
54
Drs.H.Irawansyah, M.Si Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (FOTO:Adi Sagaria)

 

SANGATTA (LIPUTAN KUTIM ) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan tidak ada pemotongan hak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak Kerja Daerah (TK2D), menyusul kebijakan kerja dari rumah untuk mencegah penularan virus korona ( covid-19).

Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur Drs.H. Irawansyah,M.Si menegaskan, kebijakan bupati memperpanjang kerja dirumah hingga 21 April tidak menghilangkan hak pegawai, baik itu ASN ataupun TK2D.

“Tidak ada potongan, tetap dibayar penuh seperti uang makan insentif itu hak pegawai”kata Sekda Irawansyah menjawab pertanyaan Liputankutim.com usai mengikuti rapat bersama dengan DPRD terkait anggaran Covid-19 di Gedung DPRD Bukit Pelangi Sangatta, kamis sore, 02/04/2020.

Bahkan kata Sekda, ada kebijakan bupati memberikan insentif bagi TK2D sebesar Rp250 ribu perbulan selama tiga bulan.

“Jadi tidak ada pemotongan uang makan dan insentif justru memberikan insentif bagi TK2D”kata Sekda Irawansyah.

Kebijakan Pemkab kutim ini tentu mengikuti aturan dan kebijakan presiden RI Joko Widodo yang memperbolehkan bekerja dirumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Presiden melalui Menteri Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, bahwa kebijakan kerja dirumah tidak boleh mengurangi hak tunjangan yang diterima pegawai.

“Tunjangan terhadap pegawai dikeluarkan sama seperti biasanya”kata Irawansyah menirukan pernyataan Menpan RB Tjahjo Kumolo (ADV/liku1/)