Kerjasama Indonesia dan Hongkong Dalam Penangkapan Nabi Palsu

0
65

Kerjasama yang di lakukan Indonesia dan hongkong pada era globalisasi yang semakin berkembang saat ini, tak dapat dilihat lagi dengan kemajuan sistem teknologi dan informasi perkembangan, dalam kompleksitas pola hubungan antar negaranya, komunikasi lintas batas nasional, dan hubungan antar masyarakat global telah membuat kejahatan yang dilakukan oleh para oknum pelaku kejahatan di dunia bertambah sangat pesat, termasuk juga kejahatan yang terjadi lintas negara seperti korupsi, narkotika, penipuan, sexual harassment (pelecehan seksual), pembunuhan, perjudian, penculikan, penyelundupan, human trafficking (perdagangan manusia), penistaan agama dan sebagainya.

Masyarakat internasional sebenarnya telah menyadari bahwa kerja sama internasional merupakan suatu kebutuhan yang tidak terelakan lagi dalam menghadapi masalah-masalah bersama dalam segala bidang kehidupan manusia. Masyarakat internasional di dunia juga menyadari bahwa masalah-masalah internasional yang menyangkut kepentingan dua atau lebih negara akan berhasil diselesaikan jika mengikutsertakan pihak lainnya atau negara lain untuk saling membantu dalam menyelesaikan konflik ini. Kerja sama ini bisa bersifat bilateral, multilateral, regional, ataupun global.

Pada tahun 2021 ini terdapat kasus yang mengaku menjadi nabi ke-26 yang tertera bernama Shindy Paul Soerjomoeljono ia di kenal masyarakat sekitar dengan nama Jozeph Paul Zhang ini mengaku menjadi nabi palsu di Indonesia yang di mana di Indonesia ia menyebarkan penistaan agama terhadap orang Indonesia. Di Indonesia ia ketahuan bahwa menghina nabi dari agama Islam, dengan asumsi yang super tidak benar bahwa ia merasa dirinya seorang nabi. Padahal nabi palsu bukan hanya dari umat Islam, umat Kristen pun tidak rela jika agamanya ditampilkan dengan cara yang salah padanya, bahkan Ia menantang siapa saja yang bisa melaporkan dia ke polisi akan dia kasih uang berjuta rupiah dan saat itu ia ketahuan dengan pihak yang berwajib untuk menangkap dan menindaklanjuti kasus tersebut karena mengaku ngaku sebagai nabi baru di Indonesia. Kementerian Hukum dan HAM mengatakan saat terduganya penistaan agama Islam, Joseph Paul Zhang, sudah berada di luar wilayah Indonesia sejak 2018.

Sebelum meninggalkan Indonesia Jozeph Paul mengaku bahwa sudah melepaskan status sebagai warga negara Indonesia (WNI). Karena itu, Jozeph mengatakan bahwa tindakannya bisa diproses dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hal tersebut sempat di ungkapkan dalam sebuah acara komunitas yang di gelar secara daring dan di unggah di akun Youtube Hagios Europe. Pada tanggal 11 Januari 2018 ia meninggalkan Indonesia untuk imigrasi ke Hongkong hingga tahun 2021 sekarang. Pada saat di Hongkong ia pun juga menyebarkan kebencian atas nama SARA dan penistaan agama disana. Tapi memang lebih fokus pada penistaan agama yang terdapat dalam Pasal 4 UU No. 1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan Dan/Atau Penodaan Agama (UU No. 1/PNPS/1965) yang berbunyi: ”Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.”.

Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu juga berkomunikasi dengan Pemerintah Hong Kong untuk mencari Jozeph. Namun, dari pihak yang di minta pertolongan pun belum mendapat informasi apapun terkait keberadaan Jozeph Paul, baik dari pihak Hongkong ataupun Jerman. Kemenlu terus berupaya membantu kepolisian untuk menangkap yang mengaku-ngaku nabi palsu ini. Ia mengaku kini sekarang ia telah menjadi warga negara Eropa. Ia tidak bilang juga sebagai Warga Negara Jerman, namun setelah beberapa kali mengaitkan kebebasan bicaranya dengan aturan di Jerman. Oleh karenanya, ia menantang warga Indonesia untuk melaporkannya ke polisi soal ucapan nabi ke-26, karena merasa tidak tersentuh hukum Indonesia dan Jerman tidak akan begitu saja mengizinkan warganya ditangkap hanya karena sebuah pembicaraan. Sekarang dia kini dikenal berdakwah Kekristenan di Eropa dan secara daring menyiarkannya kepada warga Indonesia. Ketika masih di Indonesia dan mengenyam pendidikan tinggi di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Zhang sudah pernah berurusan dengan sejumlah tokoh Islam seperti Haikal Hassan.