Ketua DPRD Kutim Berharap pembangunan Infrastruktur Harus Dilanjutkan

0
191
Ketua DPRD, Bupati-Wakil Bupati Kutim, Serta Unsur Muspida pada Musrenbang Di Kec. Sandaran (poto, Ivn)

Liputan Kutim.com. Sandaran  – Musyawarah perencanaan pembangunan kecamatan (Musrembangcam) sandaran tahun 2021, Dengan Tema “Meningkaatkan Infrastruktur Dasar Untuk Mendukung Daya Saing  Ekonomi Daerah”, Pelaksanan Acara Musrenbang Di kecamatan Sandaran Kali Ini Di hadiri Ketua DPRD kutim Joni, S.Sos, Bupati Dan Wakil Bupati Kutim beserta Rombongan Unsur Muspida Kutim. Pada Senin (22/03/21) pagi

Ketua DPRD Kutim, Joni S. Sos , Berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Kutim untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Sandaran, khususnya pembangunan jalan di Kecamatan Sandaran yang saat ini tersendat, Agar perekonomian di Kecamatan tersebut dapat tumbuh dengan baik.

Ketua DPRD Kutim Joni S.Sos. Saat Penandatanganaan Usulan Musrenbang Di Kec. Sandaran

Dalam pertemuan musrenbang di Kecamatan Sandaran tersebut, Joni sempat mendengar permintaan dari masyarakat di kecamatan tersebut untuk Pemkab Kutim bisa mengedepankan pemenuhan pembangunan infrastruktur fisik. Sebab kata dia jika pembangunan infrastruktur tidak di lanjutkan maka dampak nya akan besar terhadap daerah tersebut.

” Kondisi APBD kita memang sedang turun, tapi tidak ada alasan pemerintah tidak melanjutkan pembangunan infrastruktur yang sempat di lakukan oleh pemerintah terdahulu, tapi memang perlu ada kajian pembangunan dulu, Agar kedepannya APBD kita bisa memenuhi pembangunan di kecamatan, khususnya lanjutan pembangunan jalan di Kecamatan Sandaran yang di minta warga,”kata Joni. Pada Liputan kutim.com

Dia mengatakan infrastruktur jalan harus benar-benar mendapat perhatian dari Pemkab Kutim. Menurut dia, pertumbuhan infrastruktur jalan di Kutim masih banyak yang belum memadai, sehingga sulit dilewati mobil berkapasitas besar.

” Kalau infrastruktur jalan memadai,maka akses ekonomi akan lebih mudah sehingga kecamatan dan pedesaan bisa jadi daerah penyangga ekonomi Kabupaten,” ucapnya.

Yang kedua, Dia menambahkan adalah infrastruktur penunjang pertanian dan perikanan yang masih tertinggal seperti irigasi dan alat pendukung pertanian serta perikanan .Dirinya berharap kedepannya di kecamatan pesisir bisa menjadi kecamatan dengan spesifikasi ekonomi penyangga PAD Kutim.

” Kongbeng bisa jadi penyangga pertanian di Kutim, Wahau penyangga pariwisata Kutim, nah daerah pesisir bisa jadi penyangga ekonomi maritim Kutim, Tapi tentu infrastruktur harus di penuhi, “jelas Joni.

Joni mengatakan masih banyak tugas yang harus di selesaikan oleh Pemkab Kutim di antaranya optimalisasi pembangunan KEK Maloy dan penataan kawasan kecamatan pesisir agar menjadi daerah industri maritim di masa depan.

” Jika ini bisa terbangun dengan baik dan bertahap maka pertumbuham ekonomi akan pesat,bukan cuma kecamatan dan pedesaan, tapi juga seluruh Kabupaten ,”ujarnya.(IVN/liku1/*)