Ketua DPRD Kutim Joni, S.Sos., Harap Masyarakat Patuhi Imbauan Pemerintah Soal Larangan Mudik Idul Fitri

0
152
Ketua DPRD Kutim Joni, S.Sos.,

Sangatta, Liputan Kutim.comKetua DPRD Kutim Joni, S.Sos.,  Menghadiri Rapat Via Vidio Bersama Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Dalam Upaya penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan penanganan Covid 19 Di daerah, Yang berlangsung diruang Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana ( BPBD ) Kutim, Senin (03/05/2021).

Konferensi  yang digelar secara virtual ini, Untuk mengantisipasi kenaikan penularan wabah menjelang libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, di ikuti Seluruh kabupaten/kota di Indonesia mengikuti jalannya kegiatan tersebut, Termasuk salah satunya Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Timur.

Ketua DPRD Kutim Joni S.S.Sos., Menyampaikan berdasarkan hasil vidcon dengan Mendagri hari ini, Ia mengharapkan agar masyarakat Kabupaten Kutai Timur bisa mematuhi aturan pemerintah mengenai larangan mudik.

“Saya Mengerti Masyarakat Kabupaten Kutai Timur Semuanya pasti rindu pada Sanak Saudara di saat-saat seperti ini apalagi sebentar lagi lebaran”, Tutur Joni saat Diwawancarai Media Online Liputan Kutim.com. Di ruang kerjanya.( 03/05/2021).

Lanjutnya ,Tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman,” tutur Joni. ” Mari kita isi Ramadhan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah Covid-19 ini, Demi keselamatan seluruh sanak saudara kita, dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat,” tuturnya.

“Dalam hal ini, Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik pada hari raya tahun ini, Imbauan itu sebagai upaya melakukan antisipasi peningkatan kasus Covid-19 di kutim.

Joni’, Juga meminta kepada masyarakat, untuk ikut menyampaikan kepada sanak saudaranya terkait larangan mudik dari pemerintah. Hal ini demi kepentingan bersama, yaitu terputusnya rantai penularan virus Covid-19.

“Aturan larangan mudik dari pemerintah mari kita ikuti bersama. Agar laju pandemi bisa teratasi Diwilayah Kutai Timur. Sehingga situasi pada waktu berikutnya bisa kembali normal,” ungkap Joni. (IVN/Liku1/*)