Korban Kebakaran Desa Malupan Mengungsi di Masjid, BPU dan Dermaga. Bantuan Terus Mengalir.

0
109

Liputankutim.com, Sangatta – Ratusan warga korban kebakaran 27 unit rumah di Desa Malupan Kecamatan Muara Wahau, kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur mengungsi di tiga titik disekitar lokasi terjadinya kebakaran,yang terjadi Senin,23/09/2019.


Dilaporkan, hingga saat ini semua korban kebakaran ditempatkan ditiga titik, masing-masing di BPU Desa, masjid,dan dermaga masjid.

“Kebetulan dermaga masjid itu bagus dan cukup layak digunakan pengungsi”kata Fatul Kepala Desa Malupan kepada liputankutim.com, Selasa, 24/09/2019 pukul 19.50 Wita.


Saat dikonfirmasi liputankutim.com, kondisi pengungsi dan kebutuhan sembako para pengungsi, Kades Malupan Fatul mengatakan alhamdulillah tidak masalah dan semua dalam kondisi yang baik.


“Kalau bantuan masyarakat terus mengalir, kebutuhan sembako dan air minum tidak masalah”kata Fatul


Menurutnya, kebutuhan sembako tidak masalah karena bantuan datang dari berbagai desa, baik desa tetangga maupun warga desa lainnya diluar Kutai Timur.


Kades menyebutkan, warga desa yang memberikan bantuan seperti,desa-desa Se-Kecamatan Muara Bengkal, dari Muara Ancalong dan Batu Ampar. Bahkan bantuan juga datang dari warga desa Sedulang dan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar).

Bantuan lain datang dari perusahaan perkebunan Kelapa Sawit yang ada di desa Malupan Kecamatan Muara Bengkal.


“Tadi siang kami dapat informasi bantuan bahwa dari warga Muara Kaman akan tiba Rabu 25/09, besok. Sedangkan dari Pemkab Kutim katanya besok juga”sebut Fatul Kades Malupan.


Kades Fatul mengatakan, warga kami korban kebakaran kalau soal makan, minum dan pakaian layak pakai luar biasa tidak masalah dengan banyaknya bantuan.


“Kami berterima kasih dengan kepedulian dan bantuan berbagai pihak untuk warga kami yang menjadi korban kebakaran”katanya (liku1/*)