KPK Perpanjang Penahanan Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar 24 Juli Hingga 30 Agustus

0
32

Jakarta (LIPUTANKUTIM.COM) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Bupati Kutai Timur nonaktif Ismunandar (ISM) dan Ketua DPRD Encek Unguria Firgasih bersama lima tersangka kasus suap pekerjaan infrastruktur di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Penyidik KPK melakukan perpanjangan penahanan untuk 40 hari ke depan, terhitung mulai 23 Juli 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020 untuk para tersangka,” kata pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis 23/07/2020

Siaran Pers elektronik diterima Redaksi Liputankutim, Kamis, Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, tujuh tersangka hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, diperpanjang masa penahanannya hingga 40 hari kedepan terhitung mulai 24 Juli 2020 hingga 1 September 2020

“Perpanjangan penahanan terhadap Ismunandar dan enam tersangka dilakukan, karena penyidik masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pemberkasan perkara”ujar Ali Fikri menambahkan

Dikatakan, tujuh tersangka, yakni Ismunandar di Rutan KPK pada Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC), Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria (EU) di Rutan KPK di Gedung Merah Putih KPK, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur Musyaffa (MUS) di Rutan KPK di Gedung ACLC.

Kemudian, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Timur Suriansyah (SUR) di Rutan KPK di Gedung ACLC, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur Aswandini (ASW) di Rutan KPK di Gedung ACLC, dan Aditya Maharani (AM) selaku kontraktor di Rutan Polda Metro Jaya.

“Sedangkan untuk tersangka DA (Deky Aryanto/rekanan) yang ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, dilakukan juga perpanjangan penahanan selama 40 hari terhitung mulai 24 Juli 2020 sampai dengan 1 September 2020,” ujar Ali.(*)