KPK Tangkap Bupati dan Ketua DPRD Kutim Terkait Suap Pengadaan Barang dan Jasa. Sekda Belum Tau Masalah

0
24
Ruang Kerja Kepala BPKAD Kutim Suriansyah alias Anto disegel KPK (FOTO: ist)

.

SANGATTA ( LIPUTANKUTIM.COM) – Tim Satgas KPK yang melakukan operasi senyap di pulau Borneo, tepatnya di Kutai Timur dan Samarinda, menangkap bupati Kutai Timur Ismunandar dan Ketua Encek UR Firgasih, kamis, malam 02/07/2020

Dikuti dari liputan6.com tim satuan tugas KPK mengamankan sejumlah uang dan buku rekening dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kutai Timur Ismundar.

“Penangkapan terduga pelaku korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur dilakukan KPK di beberapa tempat, di antaranya di Jakarta, Kutai Timur dan Samarinda,” kata pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (2/7/2020

Selain menangkap bupati Ismunandar dan Ketua DPRD Encek Firgasih, KPK juga menangkap sejumlah pejabat tinggi dilingkungan Pemkab Kutai Timur ditempat terpisah, di Samarinda dan di sebuah hotel Jakarta.

Bersama mereka, tim penindakan juga mengamankan sejumlah uang yang masih dalam proses penghitungan. Uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur.

“Giat tertangkap tanganya para pelaku korupsi berupa menerima hadiah atau janji dalam pengadaan barang dan jasa di salah satu kabupaten di wilayah Kalimantan Timur,” kata Ketua KPK Komjen Firli Bahuri.

Saat ini KPK menyegel jalur naik ruangan kerja bupati dilantai 2 ,ruang kerja wakil bupati, ruang kerja Sekda dan ruang kerja Asisten. Sedangkan ruang kerja pegawai tetap dibuka.

Begitu juga dengan ruang kerja Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) dan ruang kerja Kepala Badan Pendapatan Daerah, ruang kerja Kepala Dinas Pu dan beberapa ruang kerja, termasuk rumah jabatan ( rujab) bupati.

Sementara Sekretaris Daerah ( Sekda) Kutim Irawansyah belum bersedia memberikan keterangan terkait OTT bupati dan pejabat dilingkungan Pemkab Kutim.

Ditemui usai mengikuti sholat jum’at di masjid Agung Al-Faruk bukit pelangi, Sangatta, Sekda Irawansyah, mengatakan kita belum tau apa permasalahannya, jadi saya belum bisa memberikan keterangan.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan baru bisa komentar. Soal ruang kerjanya disegel KPK Irawan tak menjawab, namun saat ini masih kerja dirumah”katanya (liku1/*)