Kutai Timur Menuju Zona “Merah”Pemkab-Kemenag-MUI-Polres, Sepakat Tidak Melaksanakan Sholat Tarawih Dimasjid

0
201
Bupati Kutai Timur/Ketua Gugus Tugas Covid-19 Ir.H. Ismunandar, MT didampingi Wabup Kasmidi Bulang dan Kadis Kesehatan dr.H.Bahrani dan Ketua MUI Kutim KH. Muhamad Adam dalam dialog yang diadakan di Sekretariat Utama Penanganan Covid-19 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) di jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Rabu, 15/04/2020, pukul 14.00 Wita.(FOTO :Adi Sagaria)

 

SANGATTA ( LIPUTAN KUTIM ) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kutai Timur sepakat tidak melaksanakan sholat tarawih di masjid, mushollah pada bulan Ramadhan.

Kesepakatan tidak melaksanakan sholat tarawih dan sholat secara berjamaah dicapai dalam acara dialog bersama para ulama yang dipimpin Bupati Kutai Timur Ir.H. Ismunandar, MT di Sekretariat Utama Penanganan Covid-19 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) di jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Rabu, 15/04/2020, pukul 14.00 Wita.

Setelah menerima banyak masukan dari Kemenag,  MUI, Dinas Kesehatan dan Kapolres, Bupati Kutai Timur Ismunandar, mengatakan sebagai yang diamanahi tanggung jawab sepenuhnya sebagai Bupati dan Ketua Gugus Tugas Covid-19. Tadi banyak masukan dari tokoh ulama kita terkait kebijakan pemerintah menghadapi Virus Korona.

“Dengan kondisi yang sudah mau merah ini dan memperhatikan himbauan Majelis Ulama Indonesia Pusat dan MUI Provinsi Kaltim, saya mengambil kesimpulan dan bersepakat dengan Kementerian Agama,MUI Kutim dan Ulama tidak melaksanakan sholat berjamaah di mushollah dna masjid, sesuai dengan himbauan MUI pusat dan MUI kaltim pada poin 4.a”kata Bupati Ismunandar didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan Kepala Dinas Kesehatan dr.H. Bahrani

Menurut bupati, kita tetap dengan poin 4.a karena bagaimanapun saya pelajari himbauan itu dan saya lihat dengan kondisi kita sekarang ini,kita tetap dengan poin 4 .a himbauan MUI Kaltim yakni kepada Ormas Islam dan masyarakat Islam Kalimantan Timur pada umumnya untuk mendukung Pemerintah dalam menangkal dan menghadapi penyebaran Virus Corona ( Covid-19.

Kemudian mengingat kondisi penyebaran Civid-19 belum terkendali dan penyebaran yang telah massif, maka masyarakat islam dihimbau untuk tidak melaksanakan sholat jumat, sholat rawatif, dan sholat tarawih secara berjamaah di masjid dan mushollah sampai daerah tersebut dinyatakan aman, terkendali dari peneluran Covid-19.

“Jadi saya tidak ingin lagi banyak korban, kita ikuti saja himbauan MUI dan kemenag. Kita diposisi Coklat Menuju Merah”kata Bupati Ismunandar mengingatkan bahaya Covid-19.

Ketua Majlis Ulama Indonesia ( MUI) Kutai Timur KH. Muhammad Adam kepada liputankutim, usai acara mengatakan, MUI hanya sekedar memberikan masukan kepada Pemerintah sebagai monitor kebijakan.

Artinya apapun menjadi kebijakan pemerintah MUI akan ikuti. Intinya itu karena MUI punya kewajiban memberikan masukan dan para ulama di Kutim. “Kalau MUI kan tidak mengetahui benar bagaimana Corona, tapi Dinas Kesehatan yang ahli dibidang kesehatan

“Kalau memang pada bulan Ramadhan masih dilarang kita akan dukung kebijakan itu. MUI hanya memberikan masukan agar kebijakan yang diambil tidak ada salah, ”katanya.

Sementara Kapolres Kutai Timur AKBP Indras Budi Gunawan mengatakan apapun kebijakan Pemkab akan kami dukung dilapangan terutama himbauan tidak melaksanakan sholat berjamaah di musholalh dna masjid pada bulan Ramadhan.

Hadir dalam acara dialog antara lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kutai Timur KH.Muhammad Adam, dari kementerian Agama ( Kemenag) diwakili H. Nanang Gazali. Hadir juga Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama ( FKUB) H.Abdul Hafid.

Damuri dari LDII,Subhan dari PDM Muhammadiyah, M.Baqir dari Rois Suriyah Nahdatul Ulama. Kapolres, Dandim, Danlanal, Kajari, Kepala Kesbangpol, Kepala BPBD, Kadis Kesehatan dan lainnya.(ADV/liku1/*)