Macan Res Kutim Sergap Bandar Dadu Dan Pemain

0
167
Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko, bersama Kasatreskrim AKP Abdul Rauf dan Subbag Humas Danang WR

LIPUTANKUTIM.COM, SANGATTA – Adu Nasib Judi Dadu, Malah Disergap Macan Res Kutim

Team Opsnal Sat Reskrim Kutai Timur, berhasil menggerebekan permainan judi dadu di jalan Yos Sudarso II, tepatnya depan Rumah Sakit MELOY, kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur pada Hari Kamis, (15/4/2021).

Dalam operasi ini berhasil menangkap Ma (42), sebagai Bandar Dadu, AS (53) yang berperan sebagai juru bayar, dan GH (52), berperan sebagai pemain GH seorang supir sembako, sedangkan Ma dan AS berstatus pengangguran.

Sat Opsnal Reskrim Kutai Timur dalam pengerebekan juga berhasil mengamankan barang bukti dari pelaku, pemain berupa satu buah karpet lapak dadu, mata dadu dan peralatan lainnya, serta berhasil mengamankan uang sebesar 18.780.000, Tutur Kapolres Kutim AKBP Welly Djadmoko kepada Awak media, di Ruang Sat Reskrim Polres Kutai Timur, pada Jumat, (16/04/2021)

Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko, bersama Kasatreskrim AKP Abdul Rauf dan Subbag Humas Danang WR mengatakan, penangkapan ini bermula dari operasi pekat. “Ini merupakan hasil operasi pekat tim macan Polres Kutim,”

“Terkait dengan kasus ini pihak Polres Kutim akan terus mengembangkan dan tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lainnya Yang terlibat dalam permainan Judi Dadu Ini”, Ungkap Welly.

Sementara Itu, paling sial ialah GH, saat hendak berangkat ke Samarinda membeli sembako, ia mampir untuk melihat keramaian orang bermain dadu, GH ikut memasang tadah, tapi nasib sial menimpa saya ucap GH

“Kalau tidak ditangkap, saya ke Samarinda belanja. Saya mampir saja sebentar. Baru pertama juga. Mungkin saya kena sial,” kata Gh.

Begitupun MA, mengaku jika dirinya bukan bandar. Akan tetapi, hanya bertepatan memegang alat judi dadu. Dirinya mengaku, ada sekira 30 orang di lokasi,“ Ada 30 orangan. Tapi kabur semua. Tersisa kami. Ada bandarnya juga kabur. Namanya AG,” kata Ma.

Mereka terancam dengan hukuman pidana, penjara paling lama 10 tahun, atau pidana denda paling banyak Rp 25.000.000 (Dua puluh lima juta rupiah)

Merujuk pada Pasal 303 KUHAPidana dengan bunyi, Barang siapa tanpa mendapat izin dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikan sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan. (IVN/Liku1/*)