Mencengangkan!. Penghasilan Pemilik Ponton Penyeberangan Sangatta, Setara Gaji Manager Perusahaan

0
176

Liputankutim.com, Sangatta – Jasa angkutan penyeberangan di Sungai sangatta menggunakan perahu bermesin tempel atau yang lebih dikenal “ Ponton” dirasa memang penting untuk menghubungkan Sangatta Utara dengan Sangatta Selatan, khususnya untuk memperpendek jarak waktu tempuh warga.

Jasa angkutan penyebrangan yang dimulai sekitar 1980an terus itu berkembang dan kini telah berjumlah lebih dari 10 unit dan dimiliki oleh orang per orang.

Tingginya potensi ekonomi dari operasional jasa perahu penyeberangan yang bisa mencapai jutaan rupiah per hari menjadi alasan sejumlah warga lokal berinvestasi disektor penyeberangan.

Salah satunya adalah sebuah ponton milik Toni yang dikemudikan oleh Akbar 26 tahun dan beroperasi setiap harinya selama 16 jam yang dimulai pukul 04.30 Wita sampai pukul 21.00 wita

“Saya menjalankan ponton ini mulai pukul 04.30 wita sampai pukul 21.00 wita, itu setiap hari melayani warga yang ingin menyebrang menggunakan jasa penyeberangan saya”kata Akbar, disela-sela mencari korban tenggelam, Wahyu bocah 6 tahun, Jumat,05/07/2019.

Akbar

Menurut Akbar, jasa penyeberangan ponton yang ia operasikan setiap harinya berdua dengan temannya. Namun hari ini dia ke Bontang menjemput istrinya. “Kami mengoperasikan bergantian, sedangkan yang punya ponton ini pak Tony. Saat ini Pak Tony sedang berada di Jakarta bersama keluarganya”jelas Akbar menambahkan.

Ditambahkan, seuai dengan instruksi Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, hanya boleh 7 motor naik sekali menyeberang dan maksimal 8 sepeda motor.

Saat ditanya berapa penghasilan dari usaha penyeberangan ponton ini setiap harinya, Akbar tersenyum dan mengatakan, lumayan juga kalau di hitung-hitung perharinya dan perbulannya.

Akbar mengatakan, penghasilan kalau hari-hari bisa itu bisa Rp1,5 juta setiap hari dan kalau harinya ramai bisa mencapai Rp1,5 hingga Rp1,8 juta per harinya atau rata-rata Rp40 juta dalam satu bulan.

Kalau penghasilan rata-rata Rp1,5 sampai Rp1,8 juta perhari atau sebesar Rp40 juta sampai Rp45 juta per bulan.Penghasilan itu setara dengan gaji seorang dengan jabatan manager perusahaan.

Lalu berapa gaji untuk Akbar? Dia mengatakan dirinya mendapat bagian lumayan, karena penghasilan setiap hari itu dibagi rata untuk tiga orang. Kalau misalnya penghasilan Rp1,5 juta berarti saya dapat Rp500 ribu per ghari dan teman saya juga Rp500 ribu.

“Sedangkan pemiliknya pak Tony mendapatkan sisa dari pembagian tadi karena dia yang tanggung semua biaya operasional termask untuk membeli BBM bensin. Penghasilan dibagi tiga dan bayarnya hari itu juga ”katanya.

Namun, Akbar mengakui sejak terjadinya musibah tenggelam dirinya mengalami stress dan takut kepalanya serasa ingin pecah.

 “Saya stress, mau pecah kepalaku, baru kali ini mengalami musibah takut saya”katanya (liku1/*)