Mencuri di 18 Toko dan Rumah Kosong, Warga Munthe Sangatta Di Tangkap Polisi, Ancaman 7 Tahun Penjara

0
168
Kapolres AKBP Welly Djatmiko didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf dan Baur Humas Ipda Danang Wahyu mengangkat barang bukti curian Muhammad Yusuf saat menggelar Confrence Pers di Koridor Mako Polres Kutim, Selasa, 18/5/2021. Nampak juga berbagai macam barang curian diperlihatkan kepada wartawan (FOTO:Adi Sagaria)

 

Sangatta, Liputankutim.com,- Team Macan Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Timur berhasil mengungkap tindak pidana pencurian yang meresahkan masyarakat Sangatta Kutai Timur akhir-akhir ini.

Saat menggelar Konfrense Pers, Kapolres Kutai Timur,AKBP Welly Djatmoko menjelaskan, team Macam Polres telah menangkap pelakunya, bernama Muhammad Yusuf, merupakan warga munthe 1/2 Swarga bara Sangatta Utara.

Menurut Kapolres AKBP Welly Djatmoko,selama ini, Yusuf telah melakukan aksinya mencuri di 18 tempat berbeda di Sangatta. Seperti toko sembako, toko bunga, counter handphone dan toko buah, dan penjual buah hingga dirumah-rumah kosong

M.Yusuf pelaku pencurian di 18 toko, rumah kosong dan counter hp di Sangatta. (FOTO:Adi Sagaria)

“Dia mencuri di 18 toko dan rumah kosong, kios bunga counter hp dan tabung gas berbagai ukuran”kata Kapolres AKBP Welly Djatmiko didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf dan Baur Humas Ipda Danang Wahyu.

Pelaku merupakan Residivis Tindak Pidana Pencurian di Polresta Balikpapan pada tahun 2018 dan divonis pengadilan dengan hukuman 2 tahun kurungan Penjara dan bebas pada bulan Februari 2020.

Saat melakukan pencurian Yusuf hanya menggunakan satu buah obeng untuk mencongkel. Dengan menggunakan obeng congkel, Yusuf berhasil mencuri televisi berbagai merk, tabung gas berbagai ukuran, pot dan bunga, casing hp, buah kurma dan malamc-macam

Atas perbuatannya itu, Yusuf yang memiliki istri baru dengan enam orang anakdijerat pasal Pasal 363 Ayat (1) Ke-3 dan Ke- 5 Jo Pasal 64 KUH Pidana. Ancaman Hukuman Pidana paling lama 7 Tahun Penjara

Sementara Yusuf saat ditanyakan mengatakan, melakukan pencurian tersebut dikarenakan terdesak dengan kebutuhan ekonomi untuk memenuhi kehidupan keluarganya

Selain itu untuk menyekolahkan empat orang anak tirinya yang saat ini bersekolah disebauh Pondok pesantren di Balikpapan dan Sangatta.(liku1/*)