Menyapa Masyarakat Malaka NTT, Mba Tutut Soeharto Di Kalungi Kain Tenun

0
178
Tutut Soeharto mengenakan busana adat kain tenun khas NTT saat kunjungan ke Malaka, NTT, Kamis (11/4/2019). (ist)

Liputankutim.com, MALAKA – Usai menghadiri bakti sosial operasi katarak di Yayasan Maria Virgo Rumah Sakit Katolik Mariamun Haliluluk, Atambua Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Siti Hardijanti Rukmana menemui masyarakat Malaka, di perbatasan Timur Leste.
Dikutif dari Portal Berita cendananews.com,kunjungan Putri Cendana bersama rombongan ke Desa Litamali, Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT dalam rangkaian kampanye Partai Berkarya. Alunan musik khas NTT menyambut kedatangan Tutut Soeharto yang didampingi adiknya, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) dan Danty Rukmana.
Kepala suku menyambut putri Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto. Kedua putri Cendana ini diberikan tas kehormatan berbahan tenun. Juga kain adat yang kemudian dikenakan Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto.
Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto silaturahmi ke Desa Litamali, Kobalima, Malaka, NTT dalam rangkaian kampanye Partai Berkarya, Kamis (11/4/2019). [Masyarakat Malaka sangat antusias menyambut Tutut Soeharto yang terus menebar senyum khasnya. Ucapan selamat datangkan terdengar nyaring disampaikan pembawa acara mewakili masyarakat Malaka.
“Puji Tuhan, hari ini bisa melihat langsung Bu Tutut. Inilah wajah-wajah kami di pelosok yang sudah menanti Ibu. Kami bahagia akhirnya bisa duduk di tenda ini bersama Ibu Tutut,” kata pembawa acara disambut tepuk tangan hadirin.
Dengan senyum khasnya, putri sulung Presiden Soeharto menyapa masyarakat Malaka. “Apa kabar semuanya. Puji syukur saya bisa hadir di sini dalam acara temu kangen dengan seluruh kader Partai Berkarya di NTT,” kata Tutut Soeharto dalam sambutannya, Kamis (11/4/2019) sore.
Istri Indra Rukmana merasa bangga telah diberikan pakaian adat tenun khas NTT. Kain ini biasa dikenakan oleh para petinggi. “Alhamdulillah ini suatu penghormatan bagi kami dan keluarga besar saya. Mohon maaf baru nyampe, perjalanan ternyata jauh banget. Tadi saya melewati sungai banyak batuan, indah pemandangannya,” kata Tutut Soeharto.
Tutut Soeharto mengenakan busana adat kain tenun khas NTT saat kunjungan ke Malaka, NTT, Kamis (11/4/2019). Dia merasa bangga banyak caleg dari Malaka yang siap untuk memenangkan Partai Berkarya pada Pemilu dan Pileg tanggal 17 April mendatang. “Saya dengar, Malaka ini sulit untuk dimasuki oleh semua partai. Benar nggak sih? tanya Tutut Soeharto yang diamini hadirin.
“Bagaimana Partai Berkarya mudah masuk ke sini? Mau mendukung nggak? Ingat ya nomor 7,” kata Tutut Soeharto disambut histeris masyarakat Malaka.

Dirinya mengingatkan untuk menuju 17 April itu tinggal 7 hari lagi. “Jadi pas 7 hari lagi sebelum Pemilu, saya hadir di Malaka ini. Kalau sampai daerah ini kalah ya kebangetan ya. Bisa memenangkan, sanggup?,” tanya Tutut Soeharto dijawab semangat masyarakat siap memenangkan.
Partai Berkarya menurutnya, berkomitmen ingin memajukan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Khususnya di bidang pertanian, peternakan dan pertanian.
Sepenuhnya bantuan Partai Berkarya yakni untuk memajukan daerah Malaka dan wilayah lainnya. Apalagi sekarang ini kata Tutut Soeharto, banyak produk-produk luar negeri menyerbu Indonesia. “Kami ingin membuat sesuatu bagi negara, dan kita harus berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Tutut Soeharto bertanya bidang apa yang digeluti masyarakat Malaka dalam kehidupan sehari-harinya. “Khusus di sini, yang maju apa?” tanyanya. Kompak mereka menjawab ‘Pertanian, Bu’.
Atas jawaban itu, perempuan energik ini memberikan solusi. Yakni dengan program pertanian dan peternakan terpadu dari Saung Berkarya.
Program ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Malaka. “Biasanya orang kita latah. Tanam cabai, semuanya tanam cabai. Akhirnya harganya jadi jatuh,” ujarnya.
Dengan program pertanian terpadu, jelasnya, kita nantinya bisa memilah. Misalnya, satu desa nanam cabai, satunya lagi nama sayuran atau buah-buahan. Nantinya akan punya desa mandiri yang dipadukan di seluruh kabupaten kota. Sehingga NTT ini menjadi percontohan bagi daerah lain.
“Nanti kami akan kirim ahli-ahli pertanian dari Saung Berkarya ke sini,” ujarnya.
Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto silaturahmi ke Desa Litamali, Kobalima, Malaka, NTT dalam rangkaian kampanye Partai Berkarya, Kamis (11/4/2019). Pada kesempatan ini, Tutut Soeharto memperkenalkan Mamiek Soeharto, sang adik. “Ibu Mamiek ini, lulusan IPB. Dia ahli dalam tanaman, dan akan memajukan seluruh daerah di Indonesia, satu persatu akan didatangi agar pertanian maju,” jelasnya.
Dalam bidang pertanian, kata Tutut Soeharto, Mamiek diberikan tugas oleh Ibu Tien Soeharto untuk menanam buah langka di Taman Buah Mekarsari.
“Jadi kalau di sini ada tanaman langka tolong beritahu ke adik saya ya, supaya nanti dilestarikan di Taman Buah Mekarsari,” pungkasnya.(*)